Komisi IV Temukan Masalah BPNT di Medan

Anggi Tondi Martaon    •    Senin, 16 Apr 2018 17:32 WIB
berita dpr
Komisi IV Temukan Masalah BPNT di Medan
kata Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan. Foto: Dok. DPR

Jakarta: Komisi IV DPR RI menemukan masalah Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Medan, Sumatera Utara. Temuan itu akan ditindaklanjuti dan dibahas dengan Kementerian dan instasi terkait.

"Semua masalah ini harus segera selesai karena ini punya dampak. Artinya nanti yang dirugikan adalah pemerintah. Seharusnya pemerintah mendapat apresiasi dari masyarakat, malah sebaliknya masyarakat merasa dirugikan nanti,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan dalam keterangan tertulis, Senin, 16 April 2018.

Dalam kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI ke Medan, peserta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengeluhkan masalah BPNT yang sudah berjalan dalam satu tahun terakhir. Diantaranya, tidak adanya saldo pada kartu program bantuan yang diterima peserta KPM.

Selain itu, permasalahan juga terjadi pada penyalur bantuan. Para penyalur bantuan yang terdiri dari agen BRI-Link dan e-Warung kerap melakukan persaingan usaha dengan cara memberikan item tambahan seperti minyak, sabun dan kebutuhan lain diluar yang sudah ditetapkan oleh pemerintah yaitu beras dan telur.

Kondisi tersebut dikeluhkan oleh penyalur yang taat aturan. Sebab, peserta KPM lebih memilih berbelanja di e-Warung yang bisa memberikan item tambahan.

Aspirasi tersebut ditangkap oleh Komisi IV DPR RI. Anggota Komisi IV DPR RI Rahmat Handoyo mendesak agar pihak terkait, khususnya Kementerian Sosial (Kemensos) dan bank penyalur BPNT segera menemukan solusi menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Dan mereka mengiyakan untuk mencari solusi yang terbaik. Tapi pada dasarnya beberapa kelemahan dan kendala masih dalam batasan koridor, dan bisa kita selesaikan, dalam hal ini dari sisi Pemerintah,” kata Rahmat.

Turut hadir dalam Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI ke Provinsi Sumatera Utara yaitu diantaranya Anggota Komisi IV DPR RI Effendi Sianipar (F-PDI Perjuangan), Salim Fakhry (F-PG), Oo Sutisna (F-Gerindra), Endro Hermono (F-Gerindra), Acep Adang Ruhiyat (F-PKB), Hermanto (F-PKS)  dan Sulaeman L. Hamzah (F-Nasdem).


(ROS)