Lanud Supadio Siagakan Pesawat Pengebom Hujan

Antara    •    Senin, 20 Aug 2018 11:11 WIB
kabut asappencemaran lingkungankebakaran lahan dan hutan
Lanud Supadio Siagakan Pesawat Pengebom Hujan
Kabut asap di salah satu komplek di Kota Pontianak, Senin, 20 Agustus 2018. Dok: istimewa

Pontianak: Pangkalan TNI AU (Lanud) Supadio Pontianak menyiagakan pesawat Cassa 212 dalam mengatasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar).

"Untuk membantu mengatasi masalah ini, pesawat angkut ini digunakan untuk mendukung program Teknik Modifikasi Cuaca (TMC)," ujar Danlanud Supadio, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Minggit Tribowo di Kubu Raya, Senin, 20 Agustus 2018.

Ia menjelaskan TMC adalah program membuat hujan buatan yang merupakan kerja sama TNI AU, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Hujan Buatan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

"Kegiatan tersebut berlangsung di Lanud Supadio. TNI AU, sesuai dari permintaan BNPB menyiapkan pesawat angkut," ujarnya.

Pihaknya akan mendukung dengan pesawat Casa 212 untuk menebarkan garam di langit Kalbar. Lanud Supadio juga terus membantu mengurangi dampak bencana kabut asap, dengan berbagai cara. Termasuk menyiapkan posko darurat di Baseops, dengan personel yang siap siaga.

Baca: Udara Kota Pontianak Sangat Tidak Sehat

Upaya mengatasi dampak kabut asap ini dilakukan dengan mengurangi titik api yang tersebar di wilayah Kalbar. Personel Lanud Supadio bekerja sama dengan pihak-pihak  terkait, di antaranya Kodam XII/Tanjungpura, Lantamal XII Pontianak, Polda Kalbar, BPBD dan stakeholder yang lainnya.

"Kami siap siaga membantu upaya mengatasi bencana kabut asap ini. Ini salah satu bentuk kerjasama, misalnya memantau kondisi titik api melalui udara di atas 8.000 kaki," papar Danlanud.

Cuaca Kalbar pada ketinggian 8.000 kaki masih tertutup kabut pekat hingga Minggu, 19 Agustus 2018, siang. Cuaca berkabut tebal tersebut, cukup mengganggu aktivitas penerbangan.

"Sehingga dengan bantuan Pesawat Cassa 212 tersebut dilakukan lah TMC. Kembali, kita juga membantu dengan hujan buatan melalui water bombing maupun rekayasa hujan buatan," terang dia.


(SUR)