Laser, Layang-Layang, dan Drone Ganggu Penerbangan Indonesia

Hendrik Simorangkir    •    Rabu, 11 Jul 2018 18:04 WIB
penerbangan
Laser, Layang-Layang, dan Drone Ganggu Penerbangan Indonesia
Manager Humas AirNav Indonesia Yohanes Sirait saat diskusi terkait keselamatan dan keamanan penerbangan di Hotel Golden Tulip Kota Tangerang. Medcom.id/Hendrik Simorangkir

Tangerang: Lembaga Penyelenggaraan Pelayanan Navigasi Penerbangan (Airnav) Indonesia terus mengampanyekan keselamatan dan keamanan penerbangan di area sekitar Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. AirNav menyoroti sistem navigasi penerbangan, terutama dari arus lalu lintas udara yang dapat membahayakan.

"Potensi yang paling bahaya itu penggunaan laser oleh masyarakat di sekitar bandara," ujar Manager Humas AirNav Indonesia Yohanes Sirait, Rabu 11 Juli 2018.

Sinar laser dapat mengganggu jarak pandang pilot ketika hendak mendarat. Ini menjadi ancaman bagi dunia keselamatan penerbangan.

"Masih ada juga warga yang bermain layang-layang dan drone di sekitar bandara. Ini juga sangat mengganggu sistem navigasi," katanya.

Pihaknya terus melakukan sinergi dengan pemerintah daerah setempat guna mengatasi masalah tersebut. Baik itu Pemerintah Kota Tangerang dan Pemerintah Kabupaten Tangerang.

"Kami ini hanya sebatas operator, jadi tidak merazia masyarakat yang bermain layang-layang, drone, dan laser. Tapi kami terus melakukan sosialisasi serta pencegahan," pungkasnya.




 


(SUR)