Respons Warga Manado soal Denda Merokok Rp50 Juta

Mulyadi Pontororing    •    Kamis, 12 Oct 2017 16:00 WIB
lingkungan
Respons Warga Manado soal Denda Merokok Rp50 Juta
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Manado: Sejumlah perokok di Kota Manado sepakat dengan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Mereka berpendapat, merokok memang tidak bisa dilakukan di sembarang tempat. Apalagi di sekolah yang merupakan tempat pendidikan untuk anak-anak.

"Saya pikir bagus. Meski saya perokok tapi saya mendukung hal tersebut. Apalagi di sekolah itu tidak bisa dijadikan tempat merokok," kata Arbi Namare kepada Metrotvnews.com, Kamis 12 Oktober 2017.

Mahasiswa semester akhir di Universitas Sam Ratulangi itu beralasan, merokok sembarangan tentu menganggu orang lain yang tidak suka asap rokok. Selain menjaga kebersihan karena pengudut kerap buang puntung sembarangan.

"Apalagi sekarang ada Perda Sampah juga. Kalau dilanggar, bisa dikenakan sanksi berlapis," kata Arby yang juga merupakan aktivis lingkungan di Kota Manado.

Namun begitu, Arby meminta agar pemerintah segera melakukan sosialisasi. Minimal pemasangan spanduk di mana saja wilayah yang masuk kawasan tanpa rokok.

Warga lainnya, Alexander Burumuka, juga mengatakan hal senada. Meski demikian, dia meminta pemerintah menyiapkan lokasi khusus agar para perokok tidak lagi merokok di sembarang tempat.

"Bayangkan, cuma ketangkap merokok harus denda puluhan juta, pasti orang-orang akan takut merokok sembarangan," kata warga Kelurahan Malalayang, Kota Manado itu.

Mereka juga keberatan

Sementara itu, Wahyu Abdulatif, salah satu sopir angkutan umun di Kota Manado mengaku sedikit keberatan dengan aturan itu. Apalagi dalam Perda disebutkan kendaraan umum tidak bisa dipakai untuk merokok.

"Namanya perokok, apalagi sedang kerja, pasti merokok. Apalagi sopir seperti saya ini. Coba tanya yang lain seberapa tahan mereka kalau tidak merokok di kendaraan," katanya keberatan.

Meski demikian, sopir trayek Malalayang-Pasar 45 ini mengaku akan mepertimbangkan lagi untuk tidak merokok saat dia berkendara. Apalagi sanksinya, kata Wahyu, sangat berat bagi dia.

"Kalau ketangkap bisa bangkrut. Siapa yang mau bayar puluhan juta hanya lantaran ketangkap merokok atau dipenjara," tandasnya.

Para perokok mesti hati-hati bila berada di Manado. Pasalnya, mereka yang mengudut sembarangan bisa didenda Rp50 juta atau hukuman kurungan 7 hari.

Hal ini menyusul segera ditekennya Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Setelah aturan ditandatangani, sosialisasi aturan ke warga bakal dilakukan.


(SUR)