Perekaman KTP-el di Sulsel Capai 89 Persen

Andi Aan Pranata    •    Kamis, 14 Sep 2017 14:24 WIB
pelayanan e-ktpe-ktp
Perekaman KTP-el di Sulsel Capai 89 Persen
Ilustrasi KTP-el/ANT/Irwansyah Putra

Metrotvnews.com, Makassar: Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mencatat perekaman data kependudukan KTP-el di daerahnya mencapai 89 persen dari total 6,8 juta penduduk wajib KTP. Jumlah tersebut diperkirakan terus meningkat jelang penyerahan Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilihan (DP4) untuk pemilihan kepala daerah serentak 2018.

"Harapan kita sampai akhir November nanti, mendekati target nasional sebanyak 96 persen wajib KTP," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sulsel Lutfie Natsir di Makassar, Kamis 14 September 2017.

Dari 24 kabupaten/kota di Sulsel, sejumlah daerah, kata Lutfie, sudah mencapai target perekaman data nasional. Daerah tersebut antara lain kabupaten Sinjai, Toraja Utara, Soppeng, dan Pinrang, yang sama-sama mendekati 96 persen. 

Adapun yang terendah tingkat presentasenya adalah Makassar selaku ibukota provinsi. Di daerah ini, baru 80 persen dari 1,2 juta penduduk wajib KTP yang telah merekam data kependudukan. Adapun jumlah penduduknya diketahui sebanyak 1,7 juta jiwa.

"Tingkat presentase Makassar paling rendah, mengingat tinginya aktivitas pergerakan penduduk. Setiap hari ada yang datang dan pergi, lebih tinggi dari daerah lain," ujar Lutfie.


Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sulsel Lutfie Natsir

Menurut Lutfie, target perekaman data kependudukan nasional sebanyak 96 persen merupakan nilai yang paling rasional. Angkanya tidak bisa mencapai 100 persen, mengingat setiap saat ada penduduk yang lahir dan mati, atau pindah dan datang. 

Lebih lanjut, Lutfie menjelaskan, dinamisnya data kependudukan atau wajib KTP dipengaruhi bertambahnya jumlah orang lahir, pindah, maupun meninggal. Untuk 2017 hingga tahun depan saja, di Sulsel diprediksi terdapat total 380 ribu lebih warga yang baru masuk daftar.

“Mereka ini yang sudah berusia 16 tahun. Seiring waktu, mereka akan masuk usia 17 dan berangsur sudah tergolong wajib KTP hingga hari pemilihan tahun depan,” ujar Lutfie.

Sebelumnya Ketua KPU Sulsel Iqbal Latied memperkirakan jumlah pemilih potensial pada tahun 2018 sebanyak 6,8 juta jiwa. Perkiraan itu berdasarkan pertambahan penduduk beberapa tahun terakhir. Pada daftar pemilih tetap (DPT) pemilihan presiden tahun 2014, jumlahnya tercatat 6,4 juta jiwa lebih.

“Dari DPT tahun 2013 ke 2014 ada kenaikan sekitar seratus ribu jiwa pemilih. Setiap tahun naik signifikan di sekitar angka itu, meski belum bisa diestimasi berapa jumlah pastinya,” kata Iqbal pekan lalu.



(ALB)