Banjir di Sulsel Akibat Tambang Liar

Muhammad Syawaluddin    •    Kamis, 24 Jan 2019 21:03 WIB
bencana banjir
Banjir di Sulsel Akibat Tambang Liar
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, Medcom.id - Syawaluddin

Makassar: Banjir di Sulawesi Selatan terjadi akibat tambang liar bermunculan di Sungai Jenebereng di Kabupaten Gowa. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meminta warga dan pemerintahan setempat bersatu memberantas tambang ilegal.

Doni mengatakan vegetasi hutan di kawasan hulu sudah habis. Padahal, daerah resapan di hulu hutan sangat berkurang. Sehingga, hujan tak bisa terserap ke tanah.

"Selain cuaca ekstrem, tambang di hulu sungai jadi penyebab," kata Doni usai memantau banjir di Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, Makassar, Sulsel, Kamis, 24 Januari 2019.

Persoalan tambang di hulu sungai berada di Kecamatan Parangloe harus diatur dengan tegas. Masyarakat tidak boleh mengambil pasir di hulu sungai.

"Harus dibuatkan aturan yang keras dan kuat dengan sanksi yang tegas. Masyarakat juga harusnya tidak boleh membeli pasir yang berasal dari kawasan hulu," jelasnya. 

Lanjutnya, jika tambang pasir di Sungai Jeneberang terus dilakukan maka di tahun-tahun akan datang kondisi banjir jauh lebih besar dari apa yang terjadi saat ini. 

Sementara Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, mengatakan bahwa perizinan aktivitas tambang yang berada di hulu Sungai Jeneberang adalah kewenangan Pemerintah Provinsi Sulsel. 

"Dulu memang kewenangan Pemkab Gowa, tapi sejak 2015 menjadi kewenangan Provinsi. Kami hanya memberikan rekomendasi," katanya. 



(RRN)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA