Komisi X Sayangkan Stadion Utama Palaran Tak Terawat

Pelangi Karismakristi    •    Senin, 28 Nov 2016 17:01 WIB
berita dpr
Komisi X Sayangkan Stadion Utama Palaran Tak Terawat
Tim Kunspek Komisi X DPR meninjau langsung kondisi terkini Stadion Utama Palaran

Metrotvnews.com, Samarinda: Tim Kunspek Komisi X DPR baru saja meninjau Stadion Utama Palaran atau Arena Eks PON 2008. Sangat disayangkan, kondisinya kini tak terawat dan bahkan mereka mendapati beberapa venue mengalami kerusakan.

Pimpinan Kunspek Komisi X Sutan Adil Hendra sangat menyayangkan stadion megah berskala internasional yang dibuat Pemprov Kaltim sebagai venue pembukaan dan penutupan PON XVII 2008 silam, kini tak dimanfaatkan dengan maksimal untuk kegiatan olahraga.

"Ini sangat-sangat disayangkan sekali, stadion semegah ini kurang dimaksimalkan. Padahal, di sini masih bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk kegiatan olahraga," terang Sutan di sela-sela kunspek di Samarinda, Jumat (25/11/2016).

Hasil temuan ini menjadi bahan masukkan Komisi X dan nanti akan dibahas dalam rapat kerja antara Komisi X dengan kementerian terkait sehingga dapat menemukan solusi atas berbagai permasalahan yang ada di Stadion Utama Palaran, Samarinda.



Kepala Dispora Kaltim, Fachruddin Djaprie mengakui kondisi venues kompleks Stadion Utama Palaran mengalami kerusakan, namun akan segera dilakukan tindakan.

"Ini perlu segera dilakukan penanganan atau perbaikan, termasuk perbaikan jaringan listrik dan jaringan air serta jalan lingkungan," kata Fachruddin.

Fachruddin mengatakan Pemprov Kaltim telah menyiapkan anggaran guna pemeliharaan Stadion Utama dan Madya dengan skala prioritas. Tapi masih terdapat kendala, yakni keterbatasan anggaran yang dialokasikan melalui APBD Provinsi Kaltim.

"Apalagi dengan terjadinya defisit anggaran saat ini yang dialami pemerintahan kami (Kaltim). Maka kami mengusulkan agar pemeliharaan atay rehab venue yang ada di kompleks Stadion Utama ini ddapat dianggarkan melalui APBN," tukas dia.

Tak hanya itu saja, ada perihal lain yang mengganjal dalam pemanfaatan sarana dan prasarana olahraga, terutama di kompleks Stadion Utama Palaran. Musababnya yakni lokasi yang jauh dari pusat kota Samarinda dan tidak ada trayek transportasi umum, seperti angkot yang melewati Stadion Utama Palaran.


(ROS)