Mentan Saksikan Panen Raya Jagung di Gorontalo

Anggi Tondi Martaon    •    Rabu, 14 Feb 2018 12:04 WIB
berita kementan
Mentan Saksikan Panen Raya Jagung di Gorontalo
Mentan Andi Amran Sulaiman meninjau panen raya jagung di Desa Dunggala, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu, 14 Februari 2018 (Foto:Anggi Tondi Martaon)

Gorontalo: Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman untuk kesekian kalinya berkunjung ke Provinsi Gorontalo. Kali ini, Amran meninjau panen raya jagung di Desa Dunggala, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu, 14 Februari 2018. 

Tiba di lokasi panen mengenakan setelan hitam putih, kain karawo warna kuning hasil kerajinan Gorontalo dan kopiah keranjang, Amran didampingi Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Roemkono dan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Muljadi Mario, langsung mengendarai mesin panen. Amran terlihat puas dengan produksi jagung di Provinsi Gorontalo.

"Kita saat ini sudah swasembada. Kita harus meningkatkan lagi (agar bisa) ekspor," kata Amran, usai memanen jagung.

Dalam acara panen raya jagung itu hadir pula Kepala Komisi Aster KASAD Mayjen TNI Supartodi, Kepala KPPU Syarkawi Rauf, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, tokoh masyarakat yang juga Gubernur pertama Provinsi Gorontalo Fadel Muhammad. Fadel merupakan pencetus pertanian padi di Gorontalo.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Muljadi Mario menyampaikan, data produksi jagung di Provinsi yang dijuluki Bumi Serambi Madinah terus meningkat. 

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung Provinsi Gorontalo mencapai 1,5 juta ton, melampaui target awal yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian yang hanya 1,2 juta ton.

"Alhamdulillah kita menjadi provinsi pertama yang akan ekspor," kata Muljadi.

Muljadi menyampaikan, tercapainya target produksi jagung di Gorontalo tak lepas dari bantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pertanian. Dia berharap, alokasi bantuan tahun 2018 sebanyak Rp117 miliar bisa meningkatkan potensi pertanian di Provinsi Gorontalo.

"Dana dialokasikan untuk benih padi, jagung, siwab, sarana produksi cabai dan bawang, elsintan, serta rehabilitasi irigasi tersier," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo menyampaikan, selain terus meningkatkan produksi, pihaknya berniat mengolah sendiri jagung dengan cara mendirikan pabrik pakan. Menurutnya, hal itu akan menaikkan nilai ekonomi jagung di Gorontalo.

"Kita harap tidak sekadar ekspor, akan dibangun pakan ternak terbesar. Kita harap bisa meningkatkan hasil jagung," kata Nelson.

Capaian produksi jagung di Gorontalo memang sangat membanggakan. Produksi yang berlimpah berhasil mengubah kebiasaan impor menjadi ekspor.

Meski berhasil meningkatkan produksi, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Roemkono menyampaikan, masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, yaitu permasalahan pupuk dan benih. Dia meminta agar kedua permasalahan tersebut diselesaikan.

"Saya minta kepada Pak Menteri, masalah benih dan pupuk perlu diperhatikan. Anggaran Rp23 triliun berikan kepada daerah yang rajin. Bapak kasih satu, daerah akan kasih lima untuk pusat," kata Roemkono.

Selain meninjau panen raya jagung, dalam kesempatan tersebut Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman juga memberikan bantuan kepada petani berupa peremajaan kelapa, polis asuransi usaha sapi, dan klaim asuransi usaha ternak sapi.


(ROS)