Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Bos ABU Tours Terlalu Berat

Muhammad Syawaluddin    •    Senin, 21 Jan 2019 19:12 WIB
penipuanibadah umrahAbu Tours Travel
Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Bos ABU Tours Terlalu Berat
Terdakwa kasus penggelapan dan pencucian uang, yang juga CEO ABU Tours, Hamzah Mamba, saat sidang pembacaan tuntutan, di Pengadilan Negeri Makassar, Senin 21 Januari 2019.

Makassar: Tim kuasa hukum terdakwa kasus penggelapan dan pencucian uang jemaah, CEO PT Amanah Bersama Ummat (ABU Tours & Travel), Hamzah Mamba, Trimeti Margareta Siboro, menganggap tuntutan 20 tahun penjara dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) terlalu berat. 

Olehnya itu, kata dia, pihaknya akan mempersiapkan berkas pleidoi yang akan dibacakan pada sidang selanjutnya yang rencananya digelar pada Kamis, 24 Januari 2019.

"Bagi kami itu sudah sangat berat, makannya kami akan siapkan pembelaan," katanya, saat ditemui usai menghadiri sidang pembacaan tuntutan kasus penggelapan dan pencucian uang jemaah, di Pengadilan Negeri Makassar, Senin 21 Januari 2019.

Namun, Trimeti enggan menyebutkan salah satu pembelaan dalam sidang yang mengorbankan 96.976 jemaah dengan kerugian hingga Rp1,2 triliun.

"Tentu kami juga sudah akan siapkan untuk pembelaan kami jadi kita tunggu saja nanti di sidang (lanjutan) nanti," jelasnya.

Baca: Bos ABU Tours Dituntut 20 Tahun Penjara

Salah seorang jemaah yang hadir dalam persidangan tersebut, Hj. Rosmiah, mengatakan bahwa pihaknya merasa tuntutan 20 tahun yang diberikan dengan denda hanya Rp100 juta belum seberapa dibandingkan dengan apa yang terjadi. 

Namun, kata Rosmiah, pihaknya lebih memilih untuk memberangkatkan jemaahnya yang saat ini masih ada puluhan orang. Baik itu secara bertahap maupun secara langsung. 

"Kalau saya itu masih kurang (tuntutan). Tapi, yang paling kami inginkam saat ini adalah memberangkatkan jemaah kami," katanya. 

Rosmiah memiliki sekitar 100 lebih jemaah yang harus diberangkatkan saat kasus ABU Tours mencuat. Dia hanya mampu memberangkatkan 45 dari ratusan. Itupun telah menggadaikan aset yang dia miliki. 

"Saya ada 100 jemaah. Saya berangkatkan secara pribadi 45 orang. Itupun di tambah dengan uang jamaah. Sudah Rp300 juta saya keluarkan. Saya gadaikan sertifikat rumah. BPKB mobil juga saya sudah gadaikan," jelasnya dengan nada sedih. 

Sebelumnya, Bos ABU Tours and Travel tersebut dituntut selama 20 tahun penjara lantaran terbukti telah melakukan penggelapan dan pencucian uang jemaah atau calon jemaah umroh. 

Hamzah Mamba dianggap melanggar pasal 372 juncto pasal 55 ayat (1) ke 1 juncto pasal 64 ayat (1) ke 1 KUHP tentang penggelapan serta pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 juncto pasal 64 ayat (1) ke 1 KUHP. 

JPU dalam tuntutannya mengatakan dana Rp1,2 triliun milik jemaah digunakan secara sadar oleh Hamzah Mamba untuk membayar gaji karyawan, agen, dan mitra ABU Tours melalui rekening pribadi terdakwa. 

Selai itu, dana tersebut juga digunakan untuk kepentingan pribadi Hamzah Mamba, istrinya Nursyariah Mansyur, Kasim Sanusi, dan Chaeruddin. 


(ALB)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA