Kementan dan Komisi IV Pantau Stok dan Harga Pangan

M Studio    •    Senin, 17 Dec 2018 16:06 WIB
berita kementan
Kementan dan Komisi IV Pantau Stok dan Harga Pangan
Kementan dan Komisi IV DPR RI ?memantau perkembangan pasokan dan harga pangan pokok dan strategis di Palembang (Foto:Dok.Kementan)

Jakarta: Dalam rangka memantau perkembangan pasokan dan harga pangan pokok dan strategis menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Komisi IV DPR RI mengadakan kunjungan kerja ke Sumatera Selatan.

Kunjungan ini didampingi beberapa pejabat Kementerian Pertanian (Kementan), yaitu Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Momon Rusmono, Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Ketahanan Pangan  Risfaheri, Direktur Operasional Perum Bulog Bakhtiar, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Selatan Taufik Gunawan.

Lokasi yang dipantau adalah Pasar Palima, sebagai salah satu pasar besar yang menjul berbagai komoditas pangan strategis.

"Dari pantauan yang kami lakukan,  pasokan cukup dan harga pangan stabil," ujar Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan yang memimpin kunjungan kerja pada reses masa sidang ke II tahun 2018-2019 ke lokasi Pasar Palima Palembang, Jumat, 14 Desember 2018.

Hal yang sama disampaikan Momon Rusmono. "Kita bisa lihat bersama-sama, harga telur dan lainnya di pasar Palima ini masih stabil dan wajar," ujarnya.

Harga telur ayam rata-rata dijual Rp22 ribu- Rp23 ribu/kg, lebih rendah daripada harga telur di DKI Jakarta. Begitu juga daging ayam segar dijual Rp30 ribu-Rp32 ribu/kg.

"Harga kedua komoditas ini bisa wajar karena rantai pasok lebih efisien, karena langsung dari peternak. Bukan dari agen atau pedagang telur lain," kata pedagang telur ayam ras, Suki. 

Hal tersebut diperkuat pernyataan Subakti,  pedagang telur lainnya yang menjual telur ayam ras seharga Rp22 ribu-Rp22.500/kg. "Harga telur stabil, karena pasokan cukup," ujar Subakti.

Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Risfaheri merespons positif model pendistribusian ini. 

Harga telur dan daging ayam ras di Palembang bisa lebih murah dibandingkan daerah lain seperti Jakarta, karena rantai distribusi di Sumatera Selatan sangat efisien, yaitu dari peternak langsung dijual oleh pedagang pasar kepada konsumen.

"Model rantai distribusi pangan di Palembang ini dapat dijadikan model pemasaran oleh daerah lain di Indonesia," ujar Risfaheri.

Sementara itu, pedagang daging ayam ras, Zaenu mengatakan harga masih sangat wajar. "Daging ayam kami jual Rp30 ribu-Rp32 ribu/kg. Harga ini masih stabil dan wajar," ujar Zaenu. 

Untuk komoditas lain seperti beras medium dijual seharga Rp8.500-Rp8.900/kg, cabai keriting Rp32 ribu/kg, bawang putih Rp18 ribu/kg, bawang Brebes Rp28 ribu/kg.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Selatan Taufik Gunawan mengatakan, menjelang HBKN pihaknya sudah menggelar 10 kali Pasar Murah di 10 Kecamatan di Kota Palembang.

"Sejak awal November hingga kini, kami terus melakukan pemantauan pasokan dan harga pangan pokok dan strategis," tutur Taufik. 

Dampaknya, pasokan dan harga pangan tetap stabil dan wajar. "Semua bisa terkendali, karena kami bekerja sama dan para produsen dan pedagang dari Sumatera Selatan," ujarnya.


(ROS)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA