Sulsel Berpotensi Surplus 2,32 Juta Ton Beras

Andi Aan Pranata    •    Kamis, 01 Nov 2018 15:30 WIB
panganstok beras
Sulsel Berpotensi Surplus 2,32 Juta Ton Beras
Ilustrasi beras. Foto: Medcom.id/Kuntoro Tayubi

Makassar: Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan mencatat luas panen padi di daerahnya sebesar 1,02 juta hektare pada periode Januari-September 2018. Total luas panen padi tahun ini diperkirakan mencapai 1,14 juta hektare jika memperhitungkan potensi panen Desember.

Kepala BPS Sulsel Yos Rusdiansyah mengatakan, pada luas area tersebut hingga kini diperoleh jumlah produksi padi sebesar 5,13 juta ton gabah kering giling. Hingga akhir tahun, nilainya berpotensi menembus 5,74 juta ton, setara dengan 3,28 juta ton beras.

"Menurut perbandingan produksi dan konsumsi beras di Sulsel, maka sepanjang 2018 Sulsel mengalami surplus beras sebanyak 2,32 juta ton," kata Yos melalui siaran pers yang diterima di Makassar, Kamis, 1 November 2018.

BPS berupaya memperbaiki metodologi perhitungan produksi padi sejak 2015. Mereka menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Badan Informasi dan Geospasial, serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional.

Perhitungan menggunakan metode survei kerangka sampel area (KSA). Metode penghitungan ini memadukan citra satelit dengan peta lahan baku sawah.

Berdasarkan hasil survei KSA sepanjang 2018, luas panen tertinggi di Sulsel terjadi pada September, yakni 0,21 juta hektare. Nilai ini naik 24,41 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Luas panen terendah terjadi pada Juni dengan total 0,03 juta hektare. "Selain menghitung luas panen berdasarkan fase tumbuh tanaman padi, survei KSA juga dapat menghitung potensi luas panen hingga tiga bulan ke depan," kata Yos.

KSA pada bulan-bulan berikutnya mencapai 0,05 juta hektare pada Oktober, 0,04 juta hektare di November, dan 0,03 juta hektare di Desember

BPS mencatat tiga kabupaten menjadi daerah dengan produksi padi tertinggi di Sulsel. Berturut-turut Kabupaten Bone dengan 0,97 juta ton gabah kering giling, diikuti Wajo sebanyak 0,91 juta ton, dan Pinrang dengan 0,59 juta ton.

"Daerah dengan produksi padi terendah terjadi di Kabupaten Kepulauan Selayar, sebanyak 89 ton," Yos menyebutkan.


(SUR)