Kejaksaan-Polisi Bersinergi Tangani Kasus Bawang di NTB

   •    Rabu, 30 May 2018 21:06 WIB
Bawang Putih
Kejaksaan-Polisi Bersinergi Tangani Kasus Bawang di NTB
Ilustrasi bawang putih. Foto:Antara/ ANIS EFIZUDIN

Mataram: Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Barat (NTB) berkoordinasi dengan Polda NTB soal kasus dugaan pemotongan jatah benih bawang putih petani di Kabupaten Lombok Timur. Kejati mempercayakan proses penanganan di Polda berjalan sesuai dengan koridor hukum yang ada.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati NTB Ery Arianto Harahap mengatakan, kepercayaan itu diberikan setelah pihaknya mendengar kabar bahwa Polda NTB saat ini sedang turun lapangan untuk mengumpulkan data.

"Kalau sudah ditangani pihak Polda NTB, penanganannya kita percayakan ke sana," kata Ery Arianto.

Baca: Polda NTB Cek Dugaan Pemotongan Jatah Benih Bawang Putih

Ery mengakui sejumlah petani bersama kelompok pemuda Sembalun, pada awal bulan pernah datang berkunjung ke Kantor Kejati NTB. Dalam kunjungannya, sejumlah petani bersama kelompok pemuda Sembalun bertemu dengan pihak Kejati NTB yang diwakilkan Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat Dedi Irawan.

"Memang waktu itu ada yang datang, tapi bahasanya baru sebatas konsultasi," ujarnya.

Dalam konsultasinya, masyarakat petani menerima arahan dari Kejati NTB untuk menyusun laporan dengan turut melampirkan bukti penyimpangan dalam realisasi program swasembada bawang putih lokal tahun 2017 di Kabupaten Lombok Timur.

Karena itu, jika masyarakat petani kembali datang dan membuatkan laporan, pihaknya akan memberikan saran agar laporannya disampaikan ke Polda NTB.

"Jadi kalau ada laporannya masuk, akan kita tolak, kita arahkan ke Polda NTB. Karena setahu saya persoalan ini sudah duluan ditangani di sana, jadi tidak mungkin Kejati NTB turun juga," ucapnya.

Baca: Petani Sebut Ada Praktik Jual Beli Kuota Bawang Putih

Polda NTB sendiri pada Senin 28 Mei menegaskan telah mengumpulkan bahan dan keterangan (Pulbaket) dengan mewawancarai sejumah kelompok tani dan pihak Dinas Pertanian (Distan) setempat guna memastikan dugaan perbuatan melawan hukum dalam kasus ini.

Seperti diketahui, Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur disebut-sebut mendistribusikan 350 ton benih bawang putih lokal yang dibagikan kepada 181 kelompok tani yang tersebar di 18 desa se-Kabupaten Lombok Timur.

Dengan luasan yang berbeda-beda, setiap kelompok tani mendapatkan kuota benih lokal bersama dengan paket pendukung hasil produksinya, mulai dari mulsa, pupuk NPK plus, pupuk hayati ecofert, pupuk majemuk, dan pupuk organik.

Benih bawang putih lokal sebanyak 350 ton dibeli dari hasil produksi petani di Kecamatan Sembalun pada periode panen pertengahan 2017. Benih bawang putih lokal dibeli pemerintah melalui salah satu BUMN yang dipercaya sebagai penangkar yakni PT Pertani, di mana pembeliannya menggunakan anggaran APBN-P 2017 senilai Rp30 miliar.

Namun pada saat penyaluran bantuannya di akhir 2017, banyak kelompok tani yang mengeluh tidak mendapatkan jatah sesuai data. Bahkan ada sebagian dari kelompok tani yang tidak sama sekali kebagian jatah.


(ALB)

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

22 hours Ago

Fredrich menyesalkan sikap JPU KPK yang dinilai sengaja tidak mau menghadirkan sejumlah saksi k…

BERITA LAINNYA