Penculikan Bayi di Serpong Berawal dari Grup Facebook

Farhan Dwitama    •    Jumat, 16 Jun 2017 17:56 WIB
penculikan bayi
Penculikan Bayi di Serpong Berawal dari Grup <i>Facebook</i>
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Tangerang: Penculik bayi berusia 13 hari di wilayah Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten, bermula dari grup Facebook 'Adopsi Bayi dan Balita Indonesia'. Penculikan tersebut melibatkan tiga wanita anggota grup.

"Pada kasus ini ada tiga wanita, ibu kandung, ibu asuh, dan tersangka bernama Nur. Ketiganya saling kenal dari pertemanan di grup Facebook," kata Kapolsek Serpong Kompol Didik Putra Kuncoro, Jumat 16 Juni 2017.

Didik menjelaskan, keberadaan ibu kandung bayi saat ini masih misterius. Ibu asuh bernama Upik Tilani Rukmini menyetujui membayar biaya persalinan dan membesarkan bayi bernama Erlangga Adji Pangestu itu.

"Setelah dilahirkan di RS Permata Pamulang. Ibu asuhnya itu yang membiayai persalinan sebesar Rp4,4 juta," kata Didik.

Saat usia Erlangga 13 hari, Upik dan Nur membuat janji bertemu di Serpong. Menurut keterangan Upik, sedari awal bayi itu digendong Nur sambil berkeliling mall.

"Saat mereka hendak pulang dan sudah berada di lantai dasar, pelaku minta dibelikan perkedel oleh Upik ke lantai 4. Sekitar 10 menit, saat Upik sudah ke bawah, ternyata anak dan pelaku sudah kabur," terang Didik.

(Baca: Penculik Bayi di Serpong Ditangkap)

Komunikasi antara ibu asuh dan pelaku sudah tiga tahun di grup Facebook dan sudah beberapa kali bertemu. "Saat pertemuan itu terjadi, pelaku mengatakan dari Rawamangun dan ingin ajak jalan-jalan ke Mall di BSD," bilang dia.

Polisi belum bisa menyimpulkan telah terjadi dugaan perdagangan manusia dalam kasus ini. Penyelidikan masih akan dikembangkan.
 
"Pelaku dikenakan pasal 328 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 12  tahun," ujarnya.

Sebelumnya, pelaku penculikan ditangkap di rumah kontrakannya di Ciracas, Jakarta Timur. Nur ditangkap setelah 4 hari menjadi buruan polisi.


(NIN)