Kader NU Komitmen Bela NKRI

Antara, Media Indonesia    •    Senin, 17 Apr 2017 08:20 WIB
nkri
Kader NU Komitmen Bela NKRI
Ribuan kader penggerak Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah menggelar apel sumpah setia terhadap NKRI. Foto: Antara/Liliek Dharmawan

Metrotvnews.com,Jakarta: Sebanyak 15 ribu kader penggerak Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah (Jateng) menggelar apel sumpah setia terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kader NU akan menjadi garda paling depan mengadang kelompok radikal.
 
Rois Syuriah Pengurus Wilayah NU Jateng, KH Ubaidilah Shodaqoh, mengatakan, NKRI sudah final sehingga harus dijaga keberadaannya.
 
Bentuk NKRI sudah cocok dengan watak bangsa Indonesia dan menjadi perlindungan bagi segenap warga bangsa yang berbeda-beda.
 
"NKRI harga mati, sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Seluruh kader NU di Indonesia telah bersumpah dan berkomitmen untuk tetap mempertahankan NKRI," kata Ubaidilah dikutip Media Indonesia, Senin 17 April 2017.
 
Ketua panitia istigasah dan apel akbar kesetiaan terhadap Pancasila dan NKRI, KH Muzammil, mengatakan, kader yang ikut apel dan istigasah tersebut merupakan kader muda yang lulus pendidikan NU di seluruh Jateng sejak 2013 silam.
 
"Apel akbar ini sebagai respons atas adanya ancaman kelompok radikal terhadap NKRI. Paham-paham garis keras telah mengancam kerukunan antarumat beragama. Sekarang sudah saatnya bergerak menyelamatkan negara ini," tegas Muzammil.
 
Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Provinsi Sulawesi Barat mewaspadai gerakan yang berhaluan radikal dan bertentangan dengan Pancasila sebagai ideologi bangsa.
 
Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Sulbar, Sudirman Az, mengatakan, GP Ansor tidak akan tinggal diam bila gerakan itu muncul dan merongrong NKRI.
 
"Kami segera konsolidasi melakukan urun rembug atau diskusi yang melibatkan sekitar 34 organisasi pemuda dan mahasiswa serta masyarakat lainnya untuk bersama mewaspadai gerakan radikal yang dapat mengancam keutuhan NKRI," ujar Sudirman.

Menurut dia, GP Ansor Sulbar sebelumnya telah melarang setiap organisasi yang tidak sehaluan dengan Pancasila untuk melakukan kegiatan di wilayah Provinsi Sulbar.
 
Kegiatan serupa juga diikuti 175 warga Gantiwarno, Klaten, Jawa Tengah. Mereka mendapatkan penyuluhan, pembinaan, dan pemantapan bela negara. Kegiatan itu merupakan rangkaian program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung I/2017.
 
"Penyuluhan ini untuk membangkitkan semangat nasionalisme dalam mengatasi kelompok-kelompok anti-Pancasila dan UUD 1945," kata Plt Kepala Kesbangpol Klaten, Wahyudi Martono.
 
Dengan penyuluhan itu, diharapkan semangat kebangsaan dan kesadaran bela negara, serta disiplin nasional dalam menjaga kedaulatan NKRI semakin mantap.
 
(FZN)

Saat Setnov Tak Menjawab Pertanyaan Hakim Tipikor

Saat Setnov Tak Menjawab Pertanyaan Hakim Tipikor

11 minutes Ago

Setya Novanto menjalani sidang perdana sebagai terdakwa dalam kasus dugaan korupsi KTP-el. Namu…

BERITA LAINNYA