Tiga Nelayan Sulut Hilang, Satu Ditemukan Tewas

Mulyadi Pontororing    •    Kamis, 13 Sep 2018 12:24 WIB
nelayan
Tiga Nelayan Sulut Hilang, Satu Ditemukan Tewas
Tim Basarnas Manado mengevakuasi seorang nelayan bernama Viktor Derek, 53, warga Desa Ponto, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Selasa, 11, September 2018 dalam kondisi tak bernyawa tersangkut di pohon mangrove di pesisir pantai Desa Tarabitan, Kec

Manado: Sebanyak tiga nelayan dilaporkan hilang dalam sepekan terakhir di perairan Sulawesi Utara. Dua di antaranya hingga kini belum ditemukan. 

Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Manado mencatat ketiga kasus tersebut terjadi secara terpisah.Korban pertama atas nama Viktor Derek, 53, nelayan asal Desa Ponto, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak Minggu, 9 September 2018.

Pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR dan aparat kepolisian dibantu masyarakat. Korban akhirnya ditemukan pada Selasa, 11, September 2018 dalam kondisi tak bernyawa tersangkut di pohon mangrove di pesisir pantai Desa Tarabitan, Kecamatan Likupang, Minahasa Utara.

Pada, Rabu, 12 September 2018, Basarnas Manado lewat Pos SAR Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, juga menerima laporan nelayan hilang bernama Ruata Manggasa, 57, warga Desa Ranowangko, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa Selatan.

Pada pencarian, tim penyelamat baru berhasil menemukan perahu korban yang ditemukan, di Pulau Siladen, Kabupaten Minahasa Utara. Sementara korbannya, hingga saat ini masih dalam pencarian.

Terbaru, seorang nelayan bernama Suryanto Koiki, 38, warga Desa Inobonto, Kabupaten Bolaang Mongondow, yang dilaporkan hilang saat melaut pada Kamis, 13 September 2018. Korban diduga terbawa arus setelah mesin perahunya mati. Tim gaubungan dari SAR Manado dan pihak terkait pun saat ini tengah melakukan pencarian terhadap korban.

Humas Basarnar Manado, Fery Arianto mengatakan kondisi cuaca saat ini yang cukup berombak diduga menjadi penyebab utama ketiga nelayan tersebut hanyut saat melaut.

"Memang cuaca saat ini kurang baik karena berombak dan nelayan kurang menghiraukan itu," kata Fery, kepada Medcom.id, di Manado, Kamis, 13 Septemver 2018.

Fery pun mengimbau agar para nelayan senantiasa memperhatikan faktor cuaca saat melaut. Jangan, mengambil risiko jika kondisi tak memungkinkan untuk melaut.

"Kalau memang terpaksa melaut, diimbau agar membawa atau memakai alat-alat keselamatan seperti lifejacket," pungkasnya.



(ALB)