Jembatan Timbang tak Difungsikan Imbas Pungutan Liar

Hendrik Simorangkir    •    Jumat, 20 Apr 2018 18:29 WIB
jembatan
Jembatan Timbang tak Difungsikan Imbas Pungutan Liar
Area jembatan timbang di Batu Ceper, Tangerang, Jumat 20 April 2018, Medcom.id - Hendrik

Tangerang: Jembatan timbang merupakan alat untuk menimbang kendaraan angkutan barang yang digunakan untuk mengetahui berat kendaraan. Di setiap provinsi memiliki alat tersebut, tapi sayangnya jembatan timbang di wilayah Batu Ceper, Kota Tangerang, alat itu sudah tidak aktif. 

Jembatan berada di Jalan Raya Daan Mogot, Batu Ceper, Kota Tangerang. Sejak tiga tahun lalu, jembatan sudah tidak berfungsi melakukan pengawasan jalan ataupun untuk mengukur besarnya muatan angkutan barang itu. 

Idri Dwi Susanto, petugas dari Dinas Perhubungan Provinsi Banten, mengatakan jembatan timbang sudah tidak aktif sejak 2015. Penonaktifan jembatan karena disinyalir ditemukan pungutan liar (pungli) di beberapa wilayah.

"Karena ditemukan pungli di daerah, maka dari itu jembatan timbang di Batu Ceper juga kena imbasnya ditutup," ujar Idri saat ditemui di lokasi jembatan timbang Batu Ceper, Kota Tangerang, Jumat 20 April 2018. 

Idris menjelaskan,jembatan timbang Batu Ceper dikelola oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Sejak 2015, pengelolaannya beralih ke Kementerian Perhubungan.

Idri menuturkan, Kemenhub sudah dua kali dalam dua bulan (Februari-Maret) mendatangi jembatan timbang Batu Ceper. Kedatangan tersebut untuk memantau kondisi bangunan dan peralatan.

"Saat kedatangan mereka, saya dan teman selalu menanyakan tujuannya. Dari dua kali kunjungan, katanya lokasi ini mau diaktifkan lagi, tapi tidak tahu kapan waktunya," jelas Idri dengan ditemani temannya Dadi. Mereka berdua telah bertugas disana selama kurang lebih 10 tahun. 


(Bagian depan bangunan Jembatan Timbang di Batu Ceper, Tangerang, Jumat, 20 April 2018, Medcom.id - Hendrik)

Lanjutnya, saat ini di jembatan timbang Batu Ceper sudah tidak ada lagi peralatan untuk menunjang aktifitas menimbang kendaraan. 

"Setelah pengelolaannya dipegang Kemenhub, pihak Pemprov Banten langsung mengambil semua barang yang menjadi asetnya," ucapnya. 

Pantauan di lokasi, bangunan dengan luas hampir 3 hektare itu  terdapat ruang pemeriksaan kendaraan, ruang operator pengoperasian jembatan timbang, ruang tamu, toilet dan dapur, terkunci rapat. 

Di sekitar bangunan kini telah menjamur warung-warung kecil. Tampak beberapa pakaian milik warga sekitar yang dijemur di area jembatan timbang. Pengemudi juga menjadikan lokasi itu sebagai tempat beristirahat.

Jembatan timbang tersebut berlokasi di jalan yang menghubungkan Jakarta dengan Tangerang. Saat malam, bangunan tersebut gelap gulita lantaran tak ada pencahayaan. 


(RRN)