2 Tenaga Kerja Asing Ditangkap di Pulau Sekanak

   •    Kamis, 09 Mar 2017 16:46 WIB
tenaga kerja asing
2 Tenaga Kerja Asing Ditangkap di Pulau Sekanak
19 tenaga kerja asing asal Tiongkok ditangkap petugas Imigrasi di PT Hua Xing Industri, Jalan Narogong, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/12/2016). Foto: MI/Dede Susianti

Metrotvnews.com, Batam: Petugas Imigrasi Pulau Belakangpadang menangkap dua tenaga kerja asing asal India. Keduanya menyalahgunakan izin bekerja di Pulau Sekanak, Kecamatan Belakangpadang, Kota Batam, Kepulauan Riau.

"Dua tenaga kerja asing kami amankan di Pulau Sekanak. Kasus ini kami limpahkan ke Ditjen Imigrasi di Jakarta," kata Kasubsi Pengawasan Kantor Imigrasi Kelas II Belakangpadang Sasmita Adhytya di Batam, Kamis 9 Maret 2017.

Seorang tidak mengantongi izin kerja, dokumen yang dimilikinya hanya visa on arrival. Seorang lainnya memiliki izin bekerja, tetapi untuk wilayah Jakarta, bukan Batam.

Sasmita menyatakan kedua warga asing itu bekerja sebagai teknisi alat penyulingan air laut yang memang sedang dipasang di Pulau Belakangpadang. Proyek ini didanai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

"Jadi, mereka (kontraktor rekanan pemerintah) membeli mesin buatan India. Dua orang ini dari teknisi mesin itu," kata Sasmita.

Imigrasi Belakangpadang rutin patroli laut untuk mengawasi pergerakan warga negara asing, terutama di pulau-pulau penyangga di Kota Batam.

Pengamatan Antara, relatif tidak ada kegiatan di sekitar mesin SWRO (Sea Water Reverse Osmosis/ penyulingan air laut menjadi air bersih) di Pulau Belakangpadang. Mestinya, mesin itu beroperasi awal 2017, sesuai target Kementerian Pekerjaan Umum.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam Suhar menyatakan ada kendala teknis pada bagian mesin SWRO yang menyebabkan pengoperasiannya tertunda. Secara fisik, bangunan SWRO selesai, termasuk waduk yang akan menampung air hasil pengolahan.

Kementerian Pekerjaan Umum bersama pemerintah daerah sudah membangun jaringan air bersih ke rumah-rumah di pulau yang berseberangan dengan Singapura itu.

"Jaringan yang terbangun sudah 250, sebanyak 200 sambungan dari kementerian dan 50 sambungan dari dana APBD," kata Suhar. (Antara)


(TRK)

KPK Dalami Dugaan Pencucian Uang Novanto

KPK Dalami Dugaan Pencucian Uang Novanto

1 day Ago

Saat ini proses persidangan masih fokus pada penyelesaian perkara korupsi KTP elektronik yang d…

BERITA LAINNYA