Biaya Pemakaman di Tangsel Rp3 Juta

Farhan Dwitama    •    Rabu, 24 Aug 2016 22:44 WIB
pemakaman
Biaya Pemakaman di Tangsel Rp3 Juta
TPU Pondok Benda, Tangerang Selatan. Foto-foto: Metrotvnews.com/Farhan

Metrotvnews.com, Tangerang: Warga mengeluhkan biaya pemakaman di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang mencapai Rp3 juta. Padahal, Pemkot Tangsel paling mahal hanya membebankan Rp250 ribu.

Hasyim, ketua RT 02/22, Pondok Benda, Pamulang, mengaku kaget dengan tingginya biaya pemakaman. Saat mengurus pemakaman salah satu warganya, Subaini, pada Jumat 12 Agustus, ia terkejut dengan proses negosiasi yang ditawarkan pengelola tempat pemakaman umum (TPU) Pondok Benda.

Kepada pihak keluarga, pengelola awalnya menawarkan biaya penguburan Rp3 juta. Setelah tawar-menawar, disepakati Rp2,75 juta.

"Saya sempat kaget, harganya kok mahal banget. Mana saya bawa uang dari keluarga cuma Rp500 ribu. Waktu itu memang saya yang urus (proses pemakaman) karena pihak keluarga lagi repot dan berkabung," kata Hasyim, saat diwawancarai Rabu (24/8/2016).

Masih di lokasi yang sama, keluhan juga datang dari Sobirin, 65, warga Pondok Benda. Beberapa tahun lalu ia mengaku mesti mengeluarkan uang Rp3 juta untuk biaya pemakaman istrinya. Untuk proses pemakaman hingga pembayaran, seluruhnya diberikan ke pengelola makam.

"Tapi waktu itu kita terima saja walaupun harus meminjam uang ke saudara. Enggak kepikiran juga kalau bisa tawar. Mikirnya yang penting urusannya selasai dulu," kata dia.

Di TPU Babakan, Setu, masyarakat juga harus merogoh biaya tinggi untuk proses pemakaman. Fitri, 23, mengaku harus mengeluarkan biaya Rp3 juta untuk memakamkan ayahnya dua hari lalu. Pengelola berdalih dana itu untuk membayar jasa tukang gali lubang dari warga sekitar.

"Itu cuma buat bayar pemakaman doang. Belum biaya perawatan Rp250 ribu untuk tiga tahun. Katanya uang pembayaran untuk tukang gali sama sewa tenda," kata Fitri.



Kepala Bidang Pemakaman pada Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Tangsel, Ahmad Supriyatna, mengatakan pemkot belum menganggarkan uang pemakaman bagi warga. Namun, untuk proses pemakaman, Ahmad menyatakan pihak keluarga bisa langsung berkoordinasi dengan tukang gali.

"Tidak benar pengelola makam urus masalah pembiayaan makam. Tugasnya sebatas perawatan makam. Apalagi sampai sembarangan mengeluarkan kuitansi dan stempel. Nanti saya cek ke lapangan," ujarnya.

Kota Tangsel memiliki tujuh TPU yang tersebar di setiap kecamatan. TPU yang ada merupakan fasilitas eksisting atau warisan Pemerintah Kabupaten Tangerang sebelum pemekaran menjadi Kota Tangsel.

"Itu (TPU Pondok Benda dan Babakan) benar pemakaman umum. Di Kecamatan Ciputat doang yang belum memiliki TPU," ujarnya.

Dia menegaskan, pembiayaan terkait pemakaman yang melibatkan pemerintah daerah hanya menyangkut biaya perawatan makam Rp250 ribu untuk tiga tahun. 

Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 tahun 2014 tentang Pemakaman, biaya disetor secara langsung ke DPKaD melalui bank rekanan pemerintah daerah.

"Untuk biaya perawatan makam, bagi masyarakat kurang mampu bisa pakai SKTM (surat keterangan tidak mampu)," kata dia.

Ahmad mengatakan belum ada batas maksimal yang ditetapkan untuk proses penguburan. Ia mengakui hal ini rawan menjadi celah bagi pengelola TPU untuk mengutip pungutan liar.

"Ya, bisa saja sih pengelola makam main harga dengan tukang gali. Tapi, ini jadi masukan buat kita supaya lebih ketat mengawasi. TPU kan sifatnya buat masyarakat dan tidak memberatkan," ujarnya.



(UWA)