Polda Kalbar Tegaskan Tak Ada Penyitaan Atribut Massa

Agung Widura    •    Sabtu, 20 May 2017 23:47 WIB
aksi massa
Polda Kalbar Tegaskan Tak Ada Penyitaan Atribut Massa
Perwakilan massa aksi bela ulama -- Foto: MTVN/ Agung Widura

Metrotvnews.com Pontianak: Polda Kalimantan Barat memastikan tak ada penyitaan atribut saat aksi damai berlangsung di depan Masjid Raya Mujahidin, Kota Pontianak, Sabtu siang 20 Mei 2017. Polisi hanya meminta peserta aksi tak membawa kayu dan bambu dalam aksi.

"Tadi saat di pintu keluar (Masjid Raya Mujahidin), kami hanya meminta untuk tidak menggunakan kayu dan bambu untuk bendera. Namun massa menolak. Kami lalu melepaskan kembali atributnya," ungkap Kabid Humas Polda Kalbar AKBP Sugeng Hadi Sutrisno ditemui di Jalan Gajahmada, Pontianak, Kamis 20 Mei 2017.

Sugeng juga mengatakan terjadi pelemparan di lokasi kejadian. Namun situasi itu terkendali. Tak ada petugas maupun warga yang terluka. "Memang benar ada pelemparan botol plastik ke petugas tapi tidak melukai anggota yang berjaga," tegasnya.

Sugeng menegaskan situasi Kota Pontianak aman dan kondusif. Lantaran itu Sugeng meminta warga Kota Pontianak tidak terpengaruh isu-isu provokatif yang beredar, termasuk di dunia maya."Untuk warga kota Pontianak diharapkan bijak dalam penggunaan media sosial, dan tidak mudah terprovokasi," katanya.

Aksi damai yang dimulai dari depan Masjid Raya Mujahidin itu berlangsung pada Sabtu siang. Lebih seribu orang mengikuti aksi tersebut. Mereka menuntut Polda netral mengusut video Gubernur Kalbar Cornelis yang beredar di media sosial.  Video tersebut diduga mengandung unsur provokasi terhadap penolakan kedatangan ulama ke Kalbar beberapa waktu lalu.

Salah satu perwakilan aksi damai bela ulama Habib Abdurrahman bin Ali Muhtahar mengungkapkan, tujuan kedatangannya untuk meminta keadilan kepada aparat penegak hukum. Mereka juga menuntut kepada kepolisian agar melakukan proses penyelidikan dan transparansi dalam laporan mereka atas kasus Gubernur Kalbar tersebut.





 


(Des)