Dokumen Keselamatan KM Lestari Maju Kedaluwarsa

Andi Aan Pranata    •    Rabu, 11 Jul 2018 13:57 WIB
Kapal Tenggelam di Selayar
Dokumen Keselamatan KM Lestari Maju Kedaluwarsa
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani (kanan)

Makassar: Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menahan pemilk kapal feri KM Lestari Maju bernama Hendra Yuwono, sejak Selasa 11 Juli 2018. Kapal tersebut kandas dalam pelayaran di perairan Kepulauan Selayar, pekan lalu.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani mengungkapkan, Hendra dijerat dengan setidaknya dua dugaan pelanggaran hukum. Antara lain Pasal 359 KUHP, karena kesalahannya menyebabkan orang lain meninggal. Lalu Pasal 135 Undang-undang nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran, yakni mempekerjakan awak kapal tanpa persyaratan kualifikasi dan kompetensi.

“Dia ditahan di Polda Sulsel bersama dua tersangka lainnya, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” kata Dicky pada konferensi pers di Makassar, Rabu 11 Juli 2018.

Dicky menyatakan status tersangka Hendra sudah jelas sesuai perannya. Hasil penyidikan menunjukkan, dia sebagai pemilik kapal tidak mengajukan kembali pembaruan dokumen keselamatan KM Lestari Maju yang sudah kedaluwarsa.

Dokumen keselamatan KM Lestari Maju disebut kedaluwarsa sejak satu tahun lalu. Karena itu, Hendra disebut melakukan pembiaran sehingga aparat tidak bisa mengetahui bagaimana kondisi kapal sebenarnya.

“Sama seperti mobil angkutan. Saat tiba waktunya uji KIR, dia tidak uji KIR. Tersangka juga diduga mempekerjakan awal kapal yang tidak memenuhi standar kompetensi,” ujar Dicky.

Sebelumnya penyidik Polda Sulsel juga menahan dua tersangka lain terkait kecelakaan KM Lestari Maju. Masing-masing Masing-masing nakhoda kapal Agus Susanto dan perwira Kantor Syahbandar Pelabuhan Bira, Kuat Maryanto.

Nakhoda diduga melayarkan kapal padahal mengetahui tidak laik, sehingga orang meninggal. Sedangkan Perwira Syahandar berperan sebagai penerbit izin berlayar. Masing-masing terancam lima tahun penjara.

Kecelakaan KM Lestari Maju menimbulkan 242 korban. Selain 36 orang meninggal, 205 penumpang dievakuasi dengan selamat. Satu korban tersisa tidak ditemukan, yakni Aditya, bocah berusia sebelas bulan.

“Ini belum selesai, kami akan terus bekerja menyidik kembali siapa-siapa saja yang bertanggung jawab terhadap kecelakaan laut KM Lestari Maju ini. Tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru,” Dicky menambahkan.


(ALB)