Peserta BDF Pertanyakan Prosedur Safety saat Gempa Mengguncang

Arnoldus Dhae    •    Kamis, 06 Dec 2018 09:37 WIB
gempa bumibali democracy forum
Peserta BDF Pertanyakan Prosedur Safety saat Gempa Mengguncang
Menlu RI Retno Marsudi membuka kembali Bali Democracy Forum ke 11 di Nusa Dua, Bali, Kamis, 6 Desember 2018, Medcom.id - Fajar Nugraha

Nusa Dua: Ratusan peserta Bali Democracy Forum ke 11 berlarian keluar ruangan saat merasakan gunangan. Mereka mempertanyakan prosedur safety dan security di lokasi pelaksanaan BDF di Hotel BNDCC, Nusa Dua, Bali.

"Tadi banyak peserta asing bertanya soal safety and security. Mereka tampaknya menguatirkan keselamatan masing-masing," ujar Indah Lestari, peserta forum asal Indonesia, Rabu, 6 Desember 2018.

Baca: Bali Sempat Diguncang Gempa, BDF ke-11 Tetap Dibuka

Manajemen hotel pun menunjukkan jalur evakuasi. Manajemen meminta peserta forum tetap tenang. Meski tak merasakan guncangan lagi, peserta forum tetap khawatir untuk masuk ke ruang forum.

Hingga akhirnya, Menteri Luar Negeri RT Retno P Marsudi masuk ke ruang acara. Peserta pun mulai duduk di kursi masing-masing. Acara tetap berjalan.

BMKG Wilayah III Denpasar mengumumkan gempa berpusat di Laut Mataram dengan titik koordinat 8.37 LS dan 116.06 BT. Pusat gempa berada pada kedalaman 10 Kilometer di bawah permukaan laut.

Gempa terjadi sekitar pukul 08.02 WIB. Guncangan dirasakan hampir di seluruh wilayah Bali. Tapi, BMKG mengatakan gempa tak berpotensi tsunami.

Sementara itu, menurut Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, gempa merupakan jenis gempa dangkal yang terjadi akibat aktivitas sesar naik Flores atau Flores Back Arc Thrust.

"Gempa dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault," demikian disampaikan Rahmat dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id.

Hingga berita ini dimuat, kata Rahmat, tak ada laporan kerusakan dampak guncangan. Hasil pantauan BMKG pun belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan atau aftershock.

"Untuk masyarakat, kami imbau tetap tenang dan tak terpengaruh isu yang tak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," saran Rahmat.

Arnoldhus


(RRN)