Menyaru Polisi, Penjual Martabak Peras Selingkuhan Istri

Budi Warsito    •    Minggu, 13 Dec 2015 17:33 WIB
selingkuh
Menyaru Polisi, Penjual Martabak Peras Selingkuhan Istri
Foto ilustrasi. (MI/Ramadani)

Metrotvnews.com, Medan: Umumnya, pelaku perselingkuhan akan berurusan dengan polisi saat ketahuan oleh pasangan sahnya. Tapi tidak demikian bagi Abdul Razak.

Pria berusia 33 tahun ini justru harus berurusan dengan polisi ketika mendapati istrinya selingkuh dengan lelaki lain. Pasalnya, ia melakukan penyekapan sekaligus pemerasan terhadap pria yang menyelingkuhi istrinya tersebut. Ia juga mengaku sebagai polisi. 

Peristiwa ini bermula ketika istri Abdul, yakni Nita, 22 dan selingkuhannya, Liem Yu Hong, 58, tertangkap basah saat berada di kamar Hotel Istana yang berada di Jalan Juanda, Medan, Sumatera Utara. 

Abdul datang bersama temannya Jaya Handoko, 27. Keduanya memaksa masuk ke kamar. Setelah berhasil masuk, keduanya pun langsung memukuli LIem dengan membabi buta.

"Dia (pelaku) dapat informasi dari temannya kalau istrinya dibawa korban ke hotel. Pelaku langsung pergi dengan temannya untuk menggerebek hotel tersebut," kata Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, AKP Martualesi, Minggu (13/12/2015). 

Untuk menakuti korban, kata Martualesi, tersangka membawa korban ke daerah Brayan. Supaya korban percaya pelaku dan rekannya polisi. Tujuannya, agar korban menyerahkan uang.

Korban berjanji akan memberikan uang damai senilai Rp10 juta. Namun, saat kembali ke hotel, para tersangka telah ditunggu petugas kepolisian dari Polsek Medan Kota. Mereka pun langsung digelandang ke Mapolsekta Medan Kota di Jalan Sisingamangaraja, Medan. 

"Karyawan hotel yang melaporkan, ada dua orang mengaku polisi melakukan pemukulan dan memborgol tamu hotel. Personel langsung ke lokasi dan menangkap tersangka tanpa perlawanan," ungkapnya. 

Martualesi menyebut, pelaku dan istrinya sehari-harinya berjualan martabak. Ternyata, Liem adalah langganan mereka. Kuat dugaan, korban dan istri pelaku menjalin asmara terlarang. 

Kepada polisi, pelaku mengaku bahwa borgol yang digunakan adalah miliknya. Borgol tersebut ia dapat saat menjadi seorang sekuriti. Saat ditanya apakah mereka sudah merencakan untuk menjebak korban, pelaku mengaku dia dan istrinya tidak melakukan persekongkolan. 

Kedua pelaku saat ini telah ditahan di Polsek Medan Kota. Atas perbuatannya, mereka dikenakan Pasal 365 Sub 368 dan 333 KUHP dengan ancaman sembilan tahun penjara.‎


(SAN)