Sempat Viral, RSU Bunda Dalima Bantah Berhenti Beroperasi

Farhan Dwitama    •    Kamis, 01 Mar 2018 18:44 WIB
bpjs kesehatanhoax
Sempat Viral, RSU Bunda Dalima Bantah Berhenti Beroperasi
Papan pengumuman RSU Bunda Dalima di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, yang menyebut operasional dihentikan karena pencairan dana BPJS Kesehatan mandek. Foto: Instagram

Tangerang Selatan: Direktur Utama RSU Bunda Dalima Muhammad Taufik membenarkan gambar viral di media sosial tentang rumah sakitnya berhenti sempat terpampang. Namun, papan pengumuman yang terpasang pada Selasa, 28 Februari 2018, dini hari tersebut tidak dibuat pihak manajemen rumah sakit.

“Benar itu di RS kami, tapi secara pribadi saya keluar RS pukul 00.00 WIB belum melihat tulisan tersebut, dan baru mengetahui pukul 06.30 WIB melalui staf. Langsung saya perintahkan untuk dicopot,” terang Muhamad Taufik Dirut RSU Bunda Dalima, Kamis 1 Maret 2018 di RSU Bunda Dalima.

Dia pun menegaskan tak ada satupun pasien RSU Bunda Dalima yang tak terlayani pada hari terpasangnya papan pengumuman tersebut. Operasional RS yang berdiri sejak 2009 itu berjalan normal seperti hari-hari sebelumnya.

“Ini bisa dicek langsung, tidak ada pelayanan yang terhenti, baik untuk pasien umum ataupun pasien BPJS,” katanya.


RSU Bunda Dalima di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, beroperasi normal. Foto: Medcom.id/Farhan Dwitama


Mulai diselidiki

Taufik meminta maaf kepada semua pihak yang terganggu dengan adanya pengumuman bohong tersebut. “Kami minta maaf kepada BPJS  kesehatan, pasien dan seluruh masyarakat, karena kondisi sebenarnya juga tidak seperti itu,” bilang dia.

Dia bersama manajemen RSU Bunda Dalima juga menyampaikan telah bertemu dengan pihak BPJS Kota Tangerang Selatan untuk mengklarifikasi persoalan ini. Pihak manajemen juga akan menyelidiki kasus secara internal.

Pihak RSU Bunda Dalima mengaku belum mengetahui siapa pihak yang memasang sign board di depan pintu masuk utama RS tersebut. "Ini akan kami cari tahu, sebenarnya pada hari itu sudah kami kumpulkan seluruh pegawai tapi tidak ada yang mengaku. Kalau dengan cara kami tidak ketemu pelakunya, kami akan lapor [olisi,” ucap dia.

Dia tak berani menduga-duga siapa pelaku pemasangan papan pengumuman yang meresahkan itu. Tak tertutup kemungkinan ada pihak luar yang sengaja memasang papa tersebut.


(SUR)