Dishub Tangsel Kewalahan Tindak PO Bus Nakal

Farhan Dwitama    •    Rabu, 14 Feb 2018 15:50 WIB
kecelakaan lalu lintas
Dishub Tangsel Kewalahan Tindak PO Bus Nakal
Ilustrasi, pangkalan bus. ( ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

Tangerang: Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan mengaku kekurangan kantong parkir untuk mengandangkan angkutan umum yang tak laik jalan. Imbasnya, angkutan umum yang tak laik masih bisa beroperasi. Seperti bus yang mengalami kecelakaan di jembatan Emen, Subang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. 

"Kami juga masih ada kekurangan karena belum mempunyai tempat atau kantong parkir untuk mengandangkan angkutan-angkutan yang tidak laik jalan,” ucap Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangsel, Sukanta, Rabu, 14 Februari 2018. 

Sukanta mengaku tetap melakukan pengecekan dan pengawasan secara berkala terhadap perusahaan otobus (PO) yang memiliki pangkalan di Tangerang Selatan. 

“Istilah sidak tidak pernah kita lakukan, cuma secara berkala kita lakukan ke pul-pul bus yang ada,” ucap dia.

Ada 10 PO di Tangerang Selatan, yakni PO Rosalia Indah-Ciputat,  PO Harapan Jaya-Ciputat, PO Primajasa-Ciputat, PO Kramat Djati-Ciputat, PO Dewi Sri-Ciputat, PO Blue Star-Serpong, PO Royal Platinum-Serpong, PO Dian Trans-Pamulang, PO Sumber Alam-Setu, dan PO Pahala Kencana-Serpong. 

Menurutnya, Dishub Tangsel selalu berkomitmen memperketat pengawasam transportasi umum orang dan barang. Dishub Tangsel, kata dia, bekerja sama dengan Polantas Polres Tangerang Selatan dalam pengawasan transportasi umum. 

Menurut Sukanta, belajar dari pengalaman yang terjadi di tanjakan Emen Subang, kecelakaan tersebut disebabkan karena adanya sistem pengereman bus yang tidak berfungsi dengan baik. 

“Kecelakaan di tanjakan Emen, Subang, karena faktor rem bocor, padahal sudah di uji kir. Bisa saja karena faktor kelayakan pemeliharaan kendaraan yang  tidak optimal oleh PO,” ucap dia. 



(LDS)