KSPSI Minta Kasus Penamparan Buruh Perempuan Segera Dituntaskan

Farhan Dwitama    •    Kamis, 27 Apr 2017 15:44 WIB
aksi kekerasan
KSPSI Minta Kasus Penamparan Buruh Perempuan Segera Dituntaskan
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Tangerang: Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) mengutuk keras penamparan buruh wanita di Kota Tangerang oleh oknum polisi beberapa waktu lalu. KSPSI menuntut polisi mengusut tuntas kasus kekerasan dan pelecehan tersebut. 

"Saya mengecam keras pemukulan ini, dan saya sudah bicara langsung kepada pimpinan Polri, sangat tidak pantas," kata Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, Kamis 27 April 2017 usai peresmian Rusunami di Kota Tangerang Selatan.

Menurutnya, Presiden Joko Widodo sudah mengetahui kasus pemukulan buruh wanita oleh anggota Sat Intel Polres Metro Tangerang dan ikut memantau perkembangan kasus tersebut.

"Presiden sudah tahu masalah ini. Di istana nanti saya akan bicara soal kasus penamparan itu. Saya akan bicarakan langsung saat 1 Mei nanti," cetus dia.

Baca: Anak Buah Tampar Buruh, Kapolrestro Tangerang Minta Maaf

Pihaknya pun masih memantau perkembangan kasus yang saat ini tengah ditangani Propam Polda Metro Jaya hingga tuntas.

"Jadi saya minta kepada Propam untuk mengusut tuntas kasus ini. Saya sedang menunggu laporan. Kalau tidak ada kejelasan, akan kita ambil alih," jelasnya. 

Diberitakan sebelumnya, penamparan buruh perempuan itu terjadi saat demo oleh Serikat Buruh Garmen Tekstil dan Sepatu Gabungan Serikat Buruh Independen (SBGTS-GSBI) Kota Tangerang, pada Minggu 9 April 2017 kemarin. 

Para buruh meminta Perwal No 02/2017 tentang Larangan Aksi Demo di Hari Sabtu dan Minggu dihapus, dan sengketa ketenagakerjaan antara buruh dengan PT Panarub Dwikarya dituntaskan.

Sementara Sat Pol PP dan Polisi menganggap aktivitas tersebut telah melanggar Peraturan Walikota No 02/2017 tentang Larangan Aksi Demo di Hari Sabtu dan Minggu. Kegiatan tersebut hendak dibubarkan Satpol PP dan Polres Metro Tangerang.

Sampai akhirnya terjadi adu mulut antara buruh dengan petugas keamanan hingga sejumlah poster dan spandung yang mereka bentangkan saat demo waktu itu dirampas.

Hingga akhirnya salah satu buruh, Emelia Yanti, ditampar oleh salah satu oknum anggota Polres Metro Tangerang. 


(ALB)