Kiai Modjo Diusulkan Menjadi Pahlawan Nasional

Mulyadi Pontororing    •    Rabu, 17 May 2017 19:55 WIB
pahlawan
Kiai Modjo Diusulkan Menjadi Pahlawan Nasional
Kiai Muhammad Kalifah alias Kiai Modjo-- Foto;Istimewa--

Metrotvnews.com, Manado: Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara akan mengusulkan Kiai Muhammad Kalifah alias Kiai Modjo sebagai tokoh pahlawan nasional asal Sulut. Alasannya, Kiai Modjo karena ikut berjuang dalam kemerdekaan Indonesia.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Edwin H Silangen mengatakan, dalam penelitian yang dilakukan Tim Pengkaji Penilai Gelar Daerah (TP2GD) Sulut. Peran Kiai Modjo dalam mempertahankan dan merebut kemerdekaan Indonesia patut diberi penghargaan.

"Sebagai penghormatan atas peranan Kiai Modjo dalam sejarah peradaban bangsa, maka upaya merealisasikan gelar pahlawan nasional yang sedang diupayakan saat ini harus diperjuangkan dan didukung bersama," kata Edwin.

Senada dengan Edwin, pengagas Kiai Modjo untuk dijadikan pahlawan nasional Profesor Ishak Pulukadang mengatakan, Kiai Modjo telah memenuhi persyaratan untuk menjadi pahlawan nasional yang diatur dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2009, tentang gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan.

"Seperti yang disyaratkan undang-undang yaitu pernah melakukan perjuangan bersenjata, tidak pernah menyerah dan perjuangan bersifat luas tidak hanya di satu daerah," imbuhnya.

Dia juga mengaku optimis upayanya agar Kiai Modjo disematkan sebagai pahlawan nasional "Semua syarat administrasi pasti dilengkapi. Data-data pendukung pun lengkap," tegasnya.

Dalam catatan Pemprov Sulut, Kiai Modjo dikenal sebagai guru spiritual sekaligus panglima perang Pangeran Diponegoro pada Perang Jawa yang berlangsung tahun 1825 hingga 1830. Pada tahun 1828, Kiai Modjo kemudian dibawa ke Batavia dan tahun 1829 beserta 63 orang pengikutnya diasingkan Belanda sebagai tahanan politik ke Kampung Jawa Tondano. 

Kiai Modjo kemudian meninggal di tempat pengasingan pada 20 Desember 1848 dalam usia 84 tahun. Adapun makam Kia Modjo terletak di perbukitan Desa Wulauan, Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa.


(ALB)