Udara Kota Pontianak Sangat Tidak Sehat

Laela Badriyah    •    Senin, 20 Aug 2018 09:14 WIB
pencemaran lingkungan
Udara Kota Pontianak Sangat Tidak Sehat
Kepulan asap di salah satu komplek di Kota Pontianak, Senin, 20 Agustus 2018. Dok: istimewa

Jakarta: Asap di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, semakin tebal. Jarak pandang pada Senin pagi, 20 Agustus 2018, hanya kurang lebih 100 meter. Informasi yang didapat dari www.bmkg.id menyebutkan udara di Kota Pontianak sangat tidak sehat.

Asap muncul akibat kebakaran lahan di sekitar Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya dalam beberapa hari terakhir. Bukan hanya asap, debu akibat pembakaran pun berterbangan.

"Kalau naik sepeda motor, mata perih akibat paparan asap dan debu," kata Evi, warga Kota Pontianak, kepada Medcom.id.

Tadi pagi, lanjut Evi, banyak orang mengenakan masker untuk melindungi saluran pernapasan dari paparan asap dan debu. Namun semakin siang, asap terus berkurang.

Pernyataan senada disampaikan Ibi, warga setempat. Ibi mengatakan matahari yang biasa cerah pun kini hanya menyemburatkan warna oranye. Sebab, sinarnya tertutup asap.

"Bahkan debu sisa pembakaran masuk ke rumah," ungkap Ibi.

Sementara itu, laman BMKG menyebutkan konsentrasi partikulat di udara Kota Pontianak berada pada angka 300,90 mikrogram per meter kubik. Artinya, partikel berukuran sangat kecil bertebaran di udara dan membuat Kota Pontianak sudah sangat tidak sehat.

Lantaran itu pula, Wali Kota Pontianak Sutarmidji menginstruksikan sekolah meliburkan kegiatan belajar mengajar. Itu berlaku mulai dari TK, PAUD, SD, SMP, hingga SMA.

"Saya instruksikan anak sekolah TK, PAUD, SD libur hingga tanggal 26. Masuk lagi 27 Agustus 2018," demikian instruksi yang disampaikan Sutarmidji melalui akun Facebook-nya.

Sementara siswa SMP masuk kembali pada 24 Agustus 2018. Sedangkan anak SMA/sederajat kembali belajar pada 23 Agustus 2018.

Empat hari lalu, BNPB merilis sebanyak 1.061 titik panas tersebar di Kalbar. BNPB beserta pemerintah daerah berusaha memadamkan api melalui jalur udara dan darat.

BNPB sudah mengerahkan sebanyak empat helikopter untuk mendukung pengendalian Karhutla di Kalbar, tiga helikopter jenis Bell untuk melakukan water bombing.

"Kemudian satu helikopter jenis Bolco untuk melakukan water bombing dan patroli, rencana BNPB akan menambahkan dua helikopter lagi untuk pengendalian Karhutla di Kalbar," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.


(SUR)