Kalimantan Timur Dinobatkan sebagai Percontohan Pembangunan Hijau Dunia

Anggi Tondi Martaon    •    Sabtu, 24 Dec 2016 12:00 WIB
berita kaltim
Kalimantan Timur Dinobatkan sebagai Percontohan Pembangunan Hijau Dunia
Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak (Foto:Humas Pemprov Kaltim)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kalimantan Timur (Kaltim) dinobatkan sebagai kawasan percontohan pembangunan hijau tingkat provinsi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Tidak hanya tingkat nasional, prestasi tersebut juga berskala internasional.

Prestasi serupa diraih oleh Provinsi Para di Brasil, dan Provinsi Yucatan di Meksiko. Tiga daerah tersebut menjadi acuan negara lain dalam membangun wilayah tanpa mencemari lingkungan.

Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian LHK Imam Hendargo Abu Ismoyo mengatakan, dipilihnya Kaltim sebagai percontohan karena mampu membangun partisipasi dan menggalang pemerintah, masyarakat, termasuk pengusaha untuk bersama -sama melaksanakan program pembangunan hijau di daerah.

"Apresiasi yang tinggi kepada Pemprov Kaltim atas kerja keras dalam program pembangunan hijau di daerah. Diharapkan, Kaltim mampu menjadi model atau percontohan di Indonesia dan dunia," kata Hendargo.

Komitmen politik yang dilakukan Pemprov Kaltim dalam program pembangunan hijau didukung oleh semua pihak. Hal itu dapat dilihat pada program pelestarian lingkungan hidup di Hutan Wehea.

Program tersebut adalah bukti nyata yang dilakukan masyarakat adat setempat dalam membangun ekosistem hayati yang baik di Kaltim. Apalagi, hutan tersebut masih memiliki keanekaragaman hayati yang dipenuhi hewan-hewan langka, termasuk habitat orangutan.

Hendargo mengungkapkan, Kaltim berkomitmen dalam melaksanakan program pembangunan hijau sejak 2010. Apalagi, sebagai salah satu negara pemilik sumber daya alam (SDA) maupun hutan terbesar di dunia, Indonesia memiliki peran dalam menyelamatkan lingkungan.

Hendargo menegaskan, melaksanakan pelestarian lingkungan hidup sama dengan mendukung Indonesia dalam perubahan iklim. Pasalnya, Indonesia menyadari betul bahwa sektor kehutanan dan pemanfaatan lahan adalah sektor yang signifikan dalam mengendalikan perubahan iklim.

"Kita memiliki luas lahan hutan 60 persen dari luas wilayah Republik Indonesia dan tempat yang sangat kaya keanekaragaman hayati. Karena itu, untuk menjaga kelestarian lingkungan tersebut diperlukan dukungan semua pihak, yang kini telah dilakukan Pemprov Kaltim bersama seluruh pihak mulai pelaku bisnis hingga masyarakat untuk membangun lingkungan hijau," jelasnya.

Selain itu, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengatakan bahwa melestarikan lingkungan hidup tidak hanya bisa dilakukan pemerintah, tetapi semua pihak. Inilah yang terus dilakukan Pemprov Kaltim, termasuk pada peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia 2016.

Pemprov Kaltim mengajak semua pihak bersama-sama melaksanakan pembangunan hijau. Salah satu caranya, ikut berperan dalam Green Growth Compact (GGC).

"Deklarasi ini adalah tekad kita bersama. Saya berharap seluruh masyarakat maupun pihak perusahaan dapat bersama pemerintah melaksanakan pembangunan hijau di daerah," kata Awang.

Deklarasi tersebut merupakan bentuk nyata mememilhara lingkungan. Langkah awal GGC yaitu dengan penanaman pohon di Bandara Samarinda Baru (BSB), Jalan Tol Balikpapan Samarinda, Kawasan Industri Kariangau yang dilakukan jajaran Kodam VI Mulawarman.

Pemprov Kaltim bersama semua pihak dan masyarakat membersihkan Sungai Karang Mumus. Selain itu dalam acara tersebut diserahkan juga kepada pemenang program penilaian peringkat kinerja perusahaan (Proper) di Kaltim , sekolah Adiwiyata tingkat provinsi serta penerima Kalpataru tingkat provinsi.

"Mulai dari menanam pohon hingga memunggut sampah di Sungai Karang Mumus serta membersihkan lingkungan sekitar tempat tinggal, sehingga pembangunan hijau di Kaltim terwujud, " jelasnya.

Selain itu, Awang juga mengajak seluruh pihak bersama-sama menyelamatkan aliran sungai dari kotoran sampah dari Sungai Karang Mumus. Hal itu bisa dilakukan dengan tidak membuang sampah ke sungai.

"Kita berikan 50 toilet darat kepada warga SKM, sehingga mulai saat ini tidak lagi melaksanakan aktivitas mandi dan cuci di jamban, termasuk membuang sampah di sungai, sehingga sungai ini selalu terjaga kebersihannya," kata dia.


(ROS)