Orangtua Pembunuh Prada Yanuar Janji Beri Santunan

Raiza Andini    •    Rabu, 12 Jul 2017 18:46 WIB
perselisihan tni
Orangtua Pembunuh Prada Yanuar Janji Beri Santunan
Rekonstruksi pembunuhan anggota TNI, Prada Yanuar Setiawan di Mapolresta Denpasar, Bali, Selasa (11/7). (Antara/Nyoman Budhiana)

Metrotvnews.com, Denpasar: Anak anggota DPRD Provinsi Bali terlibat perkelahian yang menewaskan anggota TNI AD, Prada Yanuar Setiawan. Orangtua pelaku berjanji memberi santunan pada keluarga korban.

Untuk kali pertama, Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bali Nyoman Rai mengunjungi anaknya, DKDA, di Mapolresta Denpasar, Rabu, 12 Juli 2017. Dia datang didampingi dua kuasa hukumnya, I Gusti Agung Dian Hendrawan dan Budi Hendarsa.

Nyoman Rai meminta maaf kepada keluarga besar TNI dan keluarga Prada Yanuar atas insiden di trotoar Jalan Bypass Ngurah Rai Nusa Dua, Badung, pada Minggu, 9 Juli 2017. Dia berjanji akan memberikan santunan kepada keluarga korban.

"Dari pihak keluarga komit akan membantu nanti, yang masih di rumah sakit dan juga yang meninggal," terang I Gusti Agung Dian Hendrawan.

Diwawancarai terpisah, Nyoman Rai hingga saat ini belum menemui keluarga korban. Namun dia mengaku sudah menyampaikan permohonan maaf. "Nanti kami akan memberi bantuan," tandasnya.

Baca: Siswa TNI Infanteri Tewas Dikeroyok Pemotor

Yanuar tewas dalam perkelahian dengan sekelompok orang di trotoar jalan Bypass Ngurah Rai, Nusa Dua. Tepatnya di depan SPBU Taman Griya, Jimbaran, Kuta Selatan, sekira pukul 05.00 WITA.

Pemuda asal Manggarai, NTT, itu tengah berlibur usai melaksanakan ujian di pendidikan infanteri Buleleng. Pada saat itu, Yanuar bersama teman-temannya dari Kodim Badung 1611 pergi ke rumah kawannya di kawasan Nusa Dua.

Sepulangnya dari sana, Yanuar pergi bersama empat temannya menggunakan empat sepeda motor sekira pukul 05.00 WITA. Mereka diadang segerombolan pemotor yang membawa senjata tajam.

Lantas mereka baku hantam. Nyawa Yanuar tidak bisa diselamatkan karena mengalami luka serius di bagian dada.

Seluruh tersangka sudah dibekuk polisi. Mereka yakni, CI, 18, yang menyerempet dan memukul korban; DKDA, 17, yang menusuk korban menggunakan belati; dan RA, 19, memukul wajah korban. Polisi juga menangkap F, 22, saksi yang melihat di TKP saat terjadinya perkelahian.


(SAN)