Jokowi Resmikan Tujuh Proyek Bendungan di NTT

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 10 Jan 2018 00:15 WIB
bendungannusa tenggara timur kunjungan presiden
Jokowi Resmikan Tujuh Proyek Bendungan di NTT
Presiden Joko Widodo meresmikan bendungan Raknamo di Nusa Tenggara Timur. Foto: Antara/Kornelis Kaha

Kupang: Presiden Joko Widodo meresmikan sejumlah proyek infrastruktur di Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satunya, bendungan Raknamo yang berada di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang.

Peresmian ditandai dengan pengisian air ke dalam bendungan yang mempunyai daya tampung 14 juta meter kubik. Presiden berharap bendungan Raknamo dapat menjadi jawaban atas masalah kelangkaan air yang dialami masyarakat NTT, khususnya Kabupaten Kupang.

"Problem utama di provinsi ini sebenarnya hanya satu, kalau bisa kita selesaikan, air. Di sudut manapun NTT ini, kalau bisa menyelesaikan ini (air) kesejahteraan, kemakmuran ekonomi pasti akan naik," ujar Jokowi, Selasa 9 Januari 2018.

Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang merupakan satu dari tujuh bendungan yang dibangun di NTT untuk mengatasi kelangkaan air. Enam bendungan lainnya yakni, bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu, bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka, bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan, bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo, bendungan Kolhua di Kota Kupang, dan bendungan Manikin di Kabupaten Kupang.

"Hari ini kita semua masyarakat Kupang, masyarakat NTT pasti bersukacita, berbahagia sekali karena Bendungan Raknamo yang kita nanti-nantikan sejak lama sudah akan segera dimulai proses pengisian airnya," kata Jokowi.

Presiden mengapresiasi kerja cepat yang dilakukan seluruh pihak dalam proses pembangunan bendungan Raknamo. Sebab, pembangunan bendungan Raknamo rampung hanya dalam waktu tiga tahun sejak dicanangkan pada Desember 2014.

"Alhamdulillah pembangunan bendungan Raknamo berjalan lebih cepat dari jadwal yang direncanakan. Sekali lagi ini tentu hasil kerja keras siang dan malam dari Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, kerja keras dari Pak Gubernur dan seluruh bupati dan wali kota yang ada di sekitar bendungan ini," ungkap mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Menurut Jokowi, bendungan Raknamo memiliki sejumlah fungsi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, antara lain menghasilkan air baku sebanyak 0,1 meter kubik per detik dan listrik sebesar 0,22 Megawatt. Air di bendungan juga bisa dimnafaatkan untuk irigasi 1.250 hektar sawah.

"Sehingga masyarakat merasakan manfaat dari jaringan irigasi yang ada. Dan air itu mengalir dan dimanfaatkan oleh petani untuk meningkatkan produktivitasnya di sawah-sawah mereka," tutur Kepala Negara.

Selain Bendungan Raknamo, dalam kunjungannya ke NTT kali ini, Presiden juga meresmikan dua Pos Lintas Batas Negara (PLBN), yaitu PLBN Wini di Kabupaten Timor Tengah Utara, dan PLBN Motamasin di Kabupaten Malaka.

Presiden berharap pemerintah daerah bersama masyarakat dapat menjaga dan memanfaatkan potensi yang ada di sekitar bendungan maupun kawasan perbatasan. "Saya titip pada Pak Gubernur, Pak Bupati, dan juga masyarakat sekitar bendungan dan perbatasan untuk ikut menjaga, merawat infrastruktur ini dengan baik," tukas Presiden.


(AGA)