Curahan Hati Bocah Lampung Menanggapi Buku yang Mulai Kurang Diminati

Gervin Nathaniel Purba    •    Selasa, 25 Jul 2017 07:00 WIB
bukuuntukindonesia
Curahan Hati Bocah Lampung Menanggapi Buku yang Mulai Kurang Diminati
Kehadiran gadget membuat anak-anak kekurangan minat membaca buku (Foto:Metrotvnews.com/Gervin Nathaniel Purba)

Metrotvnews.com, Jakarta: Memang tidak bisa dipungkiri jika pada abad ini gadget telah banyak mengambil peran di berbagai bidang. Karena kehadiran gadget, anak-anak kekurangan minat membaca buku.

Kehadiran gadget ini menjadi perhatian sendiri bagi Zaki (12). Siswa kelas 6 SD di SDN Gadingrejo 7, Lampung, ini prihatin dengan minat baca yang rendah karena kehadiran gadget. Keprihatinan itu ia tuangkan dalam sebuah pidato.

Berikut isi pidatonya, "Buku adalah sumber ilmu pengetahuan. Pada masa ini minat untuk membaca buku di kalangan anak SD dan remaja telah mengalami relatif menurun. Bukan hanya anak SD, tapi anak SMP SMA juga sudah relatif menurun. Mengapa demikian? Ini karena mereka lebih suka bermain gadget atau HP-nya masing-masing. Mereka lebih suka bermain games berjam-jam lupa waktu," ujar Zaki dalam pidatonya ditemui di SDN Gadingrejo 7, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Jumat 21 Juli 2017.

"Padahal seharusnya sejak ini mereka lebih banyak membaca buku dari pada bermain games. Buku adalah sumber ilmu pengetahuan yang harus ditanamkan sejak dini. Bebarapa tempat untuk mendapatkan buku adalah perpustakaan, taman bacaan, dan lain-lain. Ini semua kehendak Allah. Mudah-mudahan Allah SWT memudahkan kita agar kita berakhlak mulia menjadi pintar berprestasi. Buku adalah sumber wacana bukan wacana belaka tetapi wacana yang harus kita wujudkan dengan nyata," tambah Zaki, sekaligus mengakhiri pidatonya.

Zaki yang mulai suka berpidato sejak kelas 5 SD ini mengaku memiliki kecintaannya pada buku lantaran terinspirasi dari bapak dan kakeknya. Zaki juga hobi membaca. Terkadang ia mendapatkan inspirasi dari buku bacaannya untuk berpidato. Namun mayoritas teks pidatonya sering dibuatkan oleh bapaknya.

Ia menuturkan, sangat menyukai buku-buku ilmuwan seperti kisah Isaac Newton, Alexander Graham Bell, dan Hans Christian Oersted. Dari ketiganya itu, ia sangat tertarik membaca kisah Hans Christian Oersted sang penemu dasar magnet.

Pribadi Hans yang tekun dan rajin belajar, Zaki tiru dalam kehidupan sehari-harinya. Hasilnya berbuah manis. Anak sulung ini menjadi salah satu murid terpintar di sekolahnya. Bahkan ia juara 1 saat kenaikan kelas dari kelas 5 ke 6 SD. Selain itu ia juga pintar di matematika.
 

(Foto:Metrotvnews.com/Gervin Nathaniel Purba)

Selain senang membaca buku tentang ilmuwan, Zaki juga mengaku senang membaca buku cerita rakyat dan buku persiapan UN. Meskipun cinta terhadap buku, Zaki membeberkan terkadang sulit untuk menemukan buku bacaan dan juga buku pelajaran. Untuk memenuhi kebutuhannya orangtua Zaki harus pergi ke Tanjung Karang, Bandar Lampung untuk mencarikan buku dengan kendaraan umum atau kendaraan pribadinya.

Jika orang tuanya tidak menemukan buku yang dimaksud, hal itu tak masalah baginya. Ia dapat menyiasati dengan belajar kelompok bersama teman-teman. Melalui belajar kelompok ini, ia sering mengadakan tebak-tebakan untuk merangsang pengetahuan umum mereka.

"Kalau enggak yang diajari sama bapak. Belajar kelompok seringnya sama Hasan. Biasanya kita tiga orang," ucap Zaki seraya mengatakan ia lebih gemar membaca buku fisik dibandingkan buku digital.

Sulitnya warga di pelosok mendapatkan buku menggugah PT Bank Central Asia (BCA) menggagas sebuah gerakan bertajuk #BukuUntukIndonesia. Gerakan ini mengajak masyarakat mendonasikan uang untuk kemudian dikonversi menjadi buku yang akan diserahkan kepada anak-anak di berbagai pelosok negeri.

Anda juga bisa ikut serta dalam gerakan #BukuUntukIndonesia. Caranya, kunjungi tautan www.BukuUntukIndonesia.com. Klik tombol "berbagi." Kemudian, Anda akan diarahkan ke laman Blibli.com untuk memilih paket berbagi yang diinginkan. Dengan berbagi minimal Rp100 ribu Anda sudah berpartisipasi untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang lebih baik.temannya. Melalui belajar kelompok ini, ia sering mengadakan tebak-tebakan untuk meransang pengetahuan umum mereka.


(ROS)