BNPB: Wisata Bali Aman

Raiza Andini    •    Jumat, 22 Sep 2017 14:48 WIB
erupsi gunung
BNPB: Wisata Bali Aman
Wisatawan menikmati pertunjukan tari Kecak di Ulu Watu, Bali. Foto: MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Karangasem: Badan Nasional Penanggulangan Bencana menerima banyak laporan dari beberapa kedutaan asing terkait status siaga Gunung Agung. Pasalnya, banyak berita hoaks menyebar lewat internet yang membuat takut para wisatawan mancanegara.

Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menegaskan tempat wisata di Bali dalam kondisi aman. Demikian pula tempat wisata yang berada di zona terluar bahaya letusan Gunung Agung.

"Tempat wisata di Bali masih aman. Silakan masyarakat tetap berkunjung untuk menikmati indahnya alam, budaya, kuliner dan lainnya di Pulau Dewata," tegas lewat keterangannya yang diterima wartawan, Jumat 22 September 2017.

Dia menyebut tidak ada dampak langsung dari kenaikan status Siaga Gunung Agung terhadap kawasan wisata ternama di Bali. Sebab, hampir seluruh lokasi wisata di daerah tersebut jauh dari Gunung Agung," terang Sutopo.

(Baca: BNPB Pastikan tak Ada Hujan Abu dari Aktivitas Gunung Agung)

Tempat wisata yang dimaksud Sutopo di antaranya Tanah Lot, Uluwatu, Danau Beratan Bedugul, Istana Tampak Siring, Bali Safari dan Marine Park, Garuda Wisnu Kencana, Pantai Sanur, Tanjung Benoa, Goa Gajah, Kawasan Nusa Penida dan Pantai Kuta.

Dia juga menjamin Bandara Internasional Ngurah Rai sebagai pintu masuk Pulau Dewata juga tak terdampak erupsi Gunung Agung. Wisatawan Mancanegara maupun domestik tidak perlu takut berkunjung ke Pulau Bali.

"Jauh jaraknya dengan Gunung Agung. Aktivitas penerbangan normal. Jadi tidak ada alasan untuk khawatir dengan keselamatan berwisata di Bali," tambahnya.

Pemerintah memastikan bakal menyampaikan peringatan dini dan informasi yang akurat ketika ada ancaman terhadap masyarakat.

(Klik juga: Gunung Agung 'Batuk' dan Gempa Berulang Kali)

Aktivitas Gunung Agung, Karangasem, meningkat sejak pukul 00.00–12.00 WITA, 22 September 2017. Telah terjadi 58 gempa vulkanik dangkal, 318 kali gempa vulkanik dalam, dan 44 kali gempa tektonik lokal.
Sebagian masyarakat yang tinggal di dalam radius rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengungsi. Pemerintah dan Pemerintah daerah dibantu sejumlah pihak terus menyalurkan bantuan dan menangani pengungsi.

PVMBG merekemondasi masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki, pengunjung, wisatawan agar tidak beraktivitas di zona bahaya. Warga diminta tidak melakukan pendakian dan tidak berkemah di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius 6 kilometer dari kawah puncak gunung.

Warga juga diminta tidak melakukan aktivitas di elevasi di atas 950 meter dari permukaan laut (MDPL) dan ditambah perluasan ke arah Utara, Tenggara dan Selatan-Baratdaya sejauh 7,5 kilometer.

 


(SUR)