Pertamina Klaim Pantai Balikpapan Bersih dari Tumpahan Minyak

Antara    •    Senin, 09 Apr 2018 09:45 WIB
kebakaranpertaminakebocoran pipa
Pertamina Klaim Pantai Balikpapan Bersih dari Tumpahan Minyak
Ratusan warga membersihkan pesisir Pantai Kilang Mandiri setelah pipa minyak bocor di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, 4 April 2018, Ant - Sheravin

Balikpapan: Pertamina mengklaim pantai-pantai Balikpapan sudah bersih dari tumpahan minyak. Untuk memastikan kondisi perairan Teluk Balikpapan dan sekitarnya, Pertamina memantau dari udara untuk mendapatkan pemandangan yang lebih luas.

Selain itu, kapal-kapal patroli juga dikerahkan untuk melihat lebih dekat. "Dari hasil pengecekan langsung ke lapangan dan pengambilan gambar dari udara didapatkan hasil garis pantai Balikpapan sudah bersih dari ceceran minyak," kata Region Manager Commucation and CSR Kalimantan PT Pertamina (Persero) Yudi Nugraha di Balikpapan, Senin, 9 April 2018. 

Baca: KLHK Siap Gugat PT Pertamina

Karena itu Pertamina mengurangi jumlah kapal yang beroperasi membersihkan teluk, dari 21 unit menjadi 17 unit, dan personel dari 234 menjadi 170 orang.

Pertamina terus memonitoring dan pengetesan kondisi udara. Pada Minggu 8 April, di Balikpapan Barat kadar oksigen berada di dalam batas normal yaitu 19-23 persen, kadar karbon di bawah 20 ppm, combustible gas (gas yang mudah terbakar selain oksigen) di bawah lima persen Level Explosive Limit (LEL), dan H2S di bawah 10 ppm.

Yudi menjelaskan fokus pembersihan sekarang adalah di wilayah pemukiman penduduk seperti Kampung Atas Air Margasari hingga Kampung Baru Ujung.

Baca: Pertamina Akui Kebakaran di Teluk Balikpapan karena Fasilitas Pipa Bocor

Pemukiman di tepi pantai itu, yang sebagian besar berupa rumah panggung dengan pantai-laut di bawah kolongnya, menerima dampak pencemaran terutama karena bau minyak.

"Di hari pertama Sabtu 31 Maret warga bahkan ada yang sesak napas, mual, dan muntah, karena tidak tahan bau minyak," kata Basyid, warga Kampung Atas Air.

Karena itu pada Minggu 8 April warga mengangkat sampah yang terkontaminasi minyak mentah dari bawah kolong rumah-rumah.

"Plastik-plastiknya sampai berwarna kecokelatan seperti ini," kata Zulkifli, anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Margasari.

Yang masih susah dibersihkan adalah tempelan minyak pada akar dan daun pohon-pohon mangrove. Pohon-pohon mangrove Margasari yang menjadi pembatas antara pemukiman dengan kilang minyak kini sempat terendam air yang tercemar tumpahan minyak. Pertamina kemudian mengirim truk menyedot minyak itu dari perairan setelah menyemprotkan dispersan ke permukaan air yang tercemar.


(ALB)

KPK Kaget PT Jakarta Batalkan JC Andi Narogong

KPK Kaget PT Jakarta Batalkan JC Andi Narogong

5 hours Ago

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat hukuman terhadap Andi Narogong. Menanggapi hal terseb…

BERITA LAINNYA