Longsor Kebun Kopi, Jalur Trans Sulawesi Lumpuh

M Taufan SP Bustan    •    Selasa, 18 Oct 2016 17:03 WIB
longsor
Longsor Kebun Kopi, Jalur Trans Sulawesi Lumpuh
Pekerja menggunakan dua alat berat membersihkan material longsor di kilometer 40 wilayah Kebun Kopi arah Parigi Moutong - Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (18/10/2016). Foto: MI/M. Taufan Bustan

Metrotvnews.com, Palu: Jalur Trans Sulawesi yang menghubungkan Palu, Gorontalo, Manado, Makassar, dan Kendari di kilometer 40 wilayah Kebun Kopi arah Parigi Moutong-Palu, lumpuh karena tertimbun longsor, Selasa 18 Oktober 2016. Antrean panjang kendaraan mengular hingga lima kilometer.

Pantauan Media Indonesia, dua alat berat milik Dinas PU setempat langsung diturunkan ke lokasi longsor untuk membersihkan material berupa tanah dan batu.

Menurut beberapa warga sekitar, longsoran terjadi akibat hujan deras yang mengguyur sejak Senin 17 Oktober. Sehingga, kendaraan masuk dan keluar Palu tidak bisa melintas.

"Malam sekitar pukul 20.00 WITA longsor. Tadi longsor susulan karena hujan lagi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa karena pemukiman warga cukup jauh dari lokasi ini," kata Ridwan Muluk, saksi, di lokasi.

Dia menjelaskan, jalur Kebun Kopi merupakan lokasi yang paling rawan dan langganan longsor. Apalagi saat musim hujan. "Sudah begini kalau hujan, pasti longsor. Makanya pengendara yang mau melintas harus ekstra hati-hati," kata Ridwan.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga Syaifullah Djafar, membenarkan musibah longsor ini. Upaya untuk menangani musibah longsor sudah dilakukan. "Iya, malam dan tadi kembali longsor. Mudah-mudahan bisa segera teratasi," ujarnya.

Syaifullah menambahkan, saat musim hujan seperti ini, Ia meminta warga selalu siaga. "Kebetulan jalur itu masih dalam tahap pengerjaan," ujarnya.

Poros Jalur Kebun Kopi dikenal sebagai jalur yang sangat rawan diterjang longsor. Bahkan, hampir setiap musim hujan jalur tersebut pasti dilanda tanah longsor. Hal itu terjadi karena perbukitan di sepanjang jalan tersebut bertanah labil.

Jalur dengan panjang sekitar 40 kilometer itu sangat penting di Sulawesi Tengah. Karena, ini merupakan satu-satunya jalan penghubung antarprovinsi.

 


(UWA)