Gunung Agung 'Batuk' dan Gempa Berulang Kali

Raiza Andini    •    Jumat, 15 Sep 2017 19:48 WIB
erupsi gunung
Gunung Agung 'Batuk' dan Gempa Berulang Kali
Petugas melakukan pengecekan aktivitas gunung agung dri pos pemantau gunung agung dengan menggunakan teleskop. Foto: MTVN/Raiza Andini

Metrotvnews.com, Karangasem: Kementerian ESDM bagian geologi dan vulkanologi telah mengeluarkan maklumat bahwa Gunung Agung saat ini berstatus waspada. Aktivitas gunung api tertinggi di pulau dewata ini juga tercatat meningkat.

Sejak pukul 00.00 hingga 12.00 WITA Jumat 15 September 2017, telah terjadi 10 kali gempa. Pos pemantau Gunung Agung, mendapatkan laporan aktivitas vulkanik dalam kurun waktu dua hari terakhir.

Gunung Agung juga dilaporkan 'batuk' asap solfatara setinggi 100 hingga 150 meter. Namun, asap tersebut bukanlah asap panas yang membahayakan.

"Dari hasil pemantauan akhir yang kami lakukan pada pagi ini melihat ada asap putih ke atas setinggi 150 meter dari bibir kawa," ungkap Kepala Pos Pantau Gunung Agung, Dewa Mertayasa saat ditemui Metrotvnews di lokasi, Desa Rendang, Karangasem, Jumat 15 September 2017.

(Klik juga: Gunung Agung Berstatus Waspada, Masyarakat Diminta Tenang)

Gempa vulkanik saat ini masih sering terjadi dan bersifat fluktuatif dengan kisaran skala richter yang rendah dan ditandai dengan adanya kepulan asap putih.

Mertayasa menambahkan, aktivitas gunung Agung terdeteksi sejak bulan Agustus silam. Posko merekam gempa yang berada di perut atau dapur magma (gempa vulkanik A) dan gempa berada di dekat bibir kawah (gempa vulkanik B) di Seismoraf.

"Sampai sekarang trennya naik terus diikuti dengan hembusan asap di atas kawah dan sudah terlihat dari pos pemantau," katanya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pendakian sementara waktu dan tak diperbolehkan di ketinggi 2000 mbpl. "Imbau dari tiga kilometer dari kawah dilarang aktivitas," tandansya.

(Baca: Warga Diminta Menjauhi Kawah Gunung Agung)
 


(SUR)