350 Kg Bombai Nigeria Dicegah Masuk Indonesia

Farhan Dwitama    •    Senin, 19 Mar 2018 16:14 WIB
penyelundupan
350 Kg Bombai Nigeria Dicegah Masuk Indonesia
Petugas memeriksa bawang bombay asal Nigeria, mengandung hama berbahaya, Senin 19 Maret 2018. (medcom/Farhan)

Tangerang: Diduga mengandung hama berbahaya, bombai asal Nigeria dicegah masuk ke Indonesia.  Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, menyebut bawang yang dilarang masuk dipastikan mengandung organisme pengganggu tumbuhan karatina (OPTK) A1. 

"Organisme ini dapat merusak, mengganggu kehidupan, atau menyebabkan kematian tumbuhan," terang Kasie Pengawasan dan Penindakan Karantina Tumbuhan Bandara Soetta, Maulana Budi Dharma, Senin 19 Maret 2018 di BBKIPM Soetta, Senin, 19 maret 2018. 

Budi menerangkan OPTK A1 merupakan semua organisme pengganggu tumbuhan yang ditetapkan Pemerintah RI untuk dicegah masuk ke wilayah Indonesia. Atau semua jenis hama yang belum ditemukan di Indonesia. 

Budi mengatakan pencegahan bombai asal Nigeria itu akibat eksportir tidak dapat menunjukkan dokumen lengkap dari negara asal. 

“Jenis bawang ini juga tidak dilengkapi sertifikat kesehatan tumbuhan dari negara asal,” bilangnya.

Menurut Budi, 350 kilogram bawang asal Nigeria itu terdapat hama dan bakteri yang masuk dalam golongan OPTK A1. 

"Dari bawang ini terdapat empat golongan penyakit yang dapat menyerang tumbuhan lain yang menjadi inangnya, seperti serangga, cendawan (jamur), nematoda (cacing), dan bakteri," bilang Budi. 

Menurutnya, seluruh pemasukan komoditi pertanian yang tidak dilengkapi sertifikat dari negara asalnya harus direekspor (ekspor kembali) ke negara asalnya atau dimusnahkan. Hal ini berdasarkan UU Nomor 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.

"Ketika barang tidak dilengkapi sertifikat yang datang dari luar negeri akan ada dua opsi yakni direekspor atau dimusnahkan. Untuk bawang tersebut akan dimusnahkan dengan cara dibakar di incenerator," jelas Budi. 


(LDS)