KM Sinar Bangun tak Memiliki Izin Berlayar

Farida Noris    •    Selasa, 26 Jun 2018 07:48 WIB
kecelakaan kapal
KM Sinar Bangun tak Memiliki Izin Berlayar
Tim SAR gabungan mengangkat perlengkapan selam saat pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun, di Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara. ANT/Irsan Mulyadi.

Medan: Nakhoda KM Sinar Bangun Poltak Soritua Sagala bisa selamat dari kecelakaan yang merenggut banyak nyawa di Danau Toba, Sumatera Utara. Poltak disebut tak mengantongi izin berlayar saat KM Sinar Bangun kecelakaan.

"Dia sendiri berhasil selamat pakai helm sebagai pelampung. Dia ini sudah menjadi nahkoda selama 14 tahun, tapi tidak punya izin untuk berlayar," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (DirKrimum) Kombes Pol Andi Rian, Senin, 25 Juni 2018.

Andi mengatakan KM Sinar Bangun tak memiliki surat persetujuan berlayar. Nakhoda kapal pun tak memiliki kelayakan mengoperasikan kapal karena tak memenuhi keselamatan dan keamanan pelayaran.

"Sebenarnya pada saat itu sudah ada peringatan dari BMKG perihal cuaca buruk berupa angin kencang dan hujan di sekitar Danau Toba. Tetapi nahkoda tidak menghiraukan peringatan ini," urainya.

Seharusnya, Poltak tak berada di balik kemudi kapal saat berlayar dari Pelabuhan Simanindo menuju Pelabuhan Tigaras itu. Namun, Poltak terpaksa turun tangan karena nakhoda lain menolak berlayar.

"Dia ini sebenarnya pemilik KM Sinar Bangun. Karena nahkoda asli tidak mau bawa kapal, jadi dia yang menggantikan. Apalagi saat itu jumlah penumpang sangat banyak," jelas Andi.

Tersangka mencari keuntungan dengan memuat penumpang melebihi tonase sesuai dengan surat kelengkapan pengangkutan. Bahkan, nakhoda tidak mengingat pasti berapa penumpang yang diangkut saat itu.

"Lebih dari 150 penumpang yang diangkut dan ada sekitar 60 unit. Alat bantu penyelamatan ada, tapi tidak mencukupi," jelas Andi.

Polda Sumut memperingatkan Pemerintah Kabupaten Samosir khususnya pihak Dinas Perhubungan untuk mengevaluasi bagaimana harusnya mengelola pelayaran. 

"Sejak kejadian ini, tentu ini jadi warning bagi kabupaten khususnya dishub. Karena ini sebenarnya menjadi kewenangan kabupaten," tandasnya.

Dalam kasus ini, penyidik telah menetapkan 4 orang tersangka yakni Poltak Soritua Sagala selaku nakhoda kapal dan sekaligus sebagai pemilik kapal, tiga orang dari pihak regulator masing-masing Karnilan Sitanggang selaku pegawai honor Dishub Samosir yang juga anggota Kapos Pelabuhan Simanindo, Golpa F. Putra selaku Kapos Pelabuhan Simanindo yang juga PNS Dinas Perhubungan Kabupaten Samosir dan Rihad Sitanggang selaku Kabid ASDP (Angkutan Sungai dan Danau Perairan).

KM Sinar Bangun tenggelam di perairan Danau Toba, saat berlayar dari Pelabuhan Simanindo (Samosir) tujuan Tigaras (Simalungun), Senin 18 Juni 2018 sekitar pukul 17.30 wib. Kapal kayu ini tenggelam sekitar 1 mil laut dari Pelabuhan Tigaras. Kapal tenggelam diduga akibat kelebihan muatan. 

Hingga kini total korban yang telaj ditemukan yakni 21 orang di antaranya 18 dalam keadaan masih hidup, dan tiga orang lainnya dalam keadaan sudah tak bernyawa. Diperkirakan ada 184 penumpang yang belum ditemukan tenggelam bersama bangkai kapal. 



(DRI)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA