Tujuh Pasien Difteri di Tangerang Sudah Sembuh

Farhan Dwitama    •    Selasa, 05 Dec 2017 10:31 WIB
kesehatan
Tujuh Pasien Difteri di Tangerang Sudah Sembuh
Ilustrasi imunisasi, MI

Tangerang: Tujuh warga di Kota Tangerang, Banten, didiagnosis menderita difteri sepanjang 2017. Namun ketujuh pasien tersebut kini sudah sembuh dan sehat.

Kepala Dinas Kesehatan Tangerang Liza Puspadewi mengatakan difteri menjadi masalah kesehatan di kota tersebut. Tujuh orang tersebut tertular bakteri Corynebacterium diphtheriae karena tak pernah mendapatkan vaksin.

“Mereka tak ada riwayat imunisasi. Tapi saat ini mereka sudah sembuh, angka kematian nol," ujar Liza di Tangerang, Selasa, 5 Desember 2017.

Tujuh orang itu berasal dari Kecamatan Pinang, Tangerang, Batu Ceper, Benda, Cibodas, dan Cipondoh. Saat ini, ujar Liza, Dinkes tengah berupaya mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri di Tangerang.

Dinkes, ujarnya, memperkuat konsolidasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan. Dinkes juga mengoptimalkan pola hidup bersih dan sehat di masyarakat.

"Serta meningkatkan kewaspadaan dini terhadap pasien yang mempunyai gejala klinis, demam , batuk , nyeri menelan. Jika terjadi kasus langsung merujuk ke RS,” bilangnya.

Direktur Survailance dan Karantina Ditjen P2P Kementerian Kesehatan Elizabeth Jane Soepardi mengatakan cuaca tak menentu dapat meningkatkan penyebaran wabah difteri. Terutama, pada warga yang menjadi korban bencana alam.

Baca: Waspada Difteri di Masa Peralihan Musim

"Infeksi dari bakteri difteri bisa menyebabkan penutupan jalan napas karena kelenjar di sekitar lehernya membengkak. Bakteri difteri juga menghasilkan racun yang bisa masuk ke jantung dan saraf yang dapat menyebabkan kematian," ungkap Elizabeth, dalam Metro Pagi Primetime, Jumat 1 Desember 2017.

Gejala penyakit difteri hampir mirip dengan sakit pada umumnya. Yaitu sakit tenggorokan, suara serak, sulit bernapas, lemas, dan pilek. Yang paling khas yaitu adanya membran tipis menutupi tenggorokan.

Menurut Elizabeth, pada 2017 sedikitnya ada 591 kasus infeksi difteri yang dilaporkan oleh 20 provinsi. Angka kematian dari laporan tersebut sekitar 6 persen dari jumlah total kasus.

Salah satu pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan imunisasi Td atau tetanus difteri. Yang perlu diketahui, kata Elizabeth, difteri hanya menular dari manusia ke manusia.

Dia menyebut satu kali ditemukan kasus difteri, otoritas pemerintahan setempat harus segera mengambil tindakan. Satu yang paling utama adalah menetapkan kasus tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

"Begitu dicurigai itu difteri, kepala dinas kesehatan atau kepala daerah harus menempatkan Kejadian Luar Biasa (KLB). 1 orang (terkena), harus KLB," tegasnya.

Lihat video:
 


(RRN)

Asep Iwan: Proses Hukum Terus Berlangsung Meski Setnov Bungkam

Asep Iwan: Proses Hukum Terus Berlangsung Meski Setnov Bungkam

8 minutes Ago

Pakar hukum pidana Asep Iwan Iriawan menerangkan bahwa drama apapun tak akan mengganggu proses …

BERITA LAINNYA