Aset ABU Tours Lebih Banyak Ketimbang First Travel

   •    Rabu, 11 Jul 2018 14:06 WIB
penipuanibadah umrah
Aset ABU Tours Lebih Banyak Ketimbang First Travel
Petugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel memasang pengumuman penyitaan di salah satu usaha Travel Abu Tour di jalan Kakak Tua, Makassar, Sulawesi Selatan. (ANTARA/Abriawan Abhe)

Jakarta: Kabid Humas Polda Sulawesi Sleatan Kombes Dicky Sondani menyebut kasus dugaan penggelapan, penipuan, dan pencucian uang biro perjalan umrah ABU Tours sedikit berbeda dari kasus First Travel.

Berdasarkan penyidikan diketahui bahwa jumlah korban, aset, dan kerugian calon jemaah umrah ABU Tours lebih besar ketimbang First Travel. Jika korban First Travel merugi sampai 900-an juta, kerugian calon jemaah umrah ABU Tours menyentuh angka Rp1,8 triliun. 

"Uang para jemaah ini berasal dari berbagai daerah. 15 provinsi cabang ABU Tours menyetor semua dananya ke rekening ABU Tours di Makassar dan aliran ini banyak digunakan untuk kepentingan pribadi," ujarnya melalui sambungan Skype, dalam Metro Siang, Rabu, 11 Juli 2018.

Selain jumlah kerugian, penyidikan kasus ABU Tours juga memerlukan waktu sedikit lama dari penyidikan kasus First Travel. Hal ini disebabkan karena aset ABU Tours tersebar di banyak wilayah dengan jumlah yang tak sedikit.

Salah satu contoh, ada 33 aset tak bergerak berupa rumah dan tanah bernilai di atas satu miliar. Kemudian 36 kendaraan roda empat yang tersebar di Sulawesi Selatan, Jakarta, Surabaya, Balikpapan, dan uang dolar serta barang elektronik yang secara keseluruhan jika ditaksir nilainya sekitar Rp200 miliar.

"Aset ini yang bisa kita sita dari ABU Tours dan banyak juga yang sudah pindah tangan karenanya kita terus melacak jika memang kepemilikannya Hamzah Mamba maka kita lakukan penyitaan lagi," kata dia.

Istri Hamzah Mamba tersangka

Selain itu, Dicky mengamini bahwa Nur Syariah yang merupakan istri CEO ABU Tours Hamzah Mamba ikut ditahan dalam kasus ini. Nur Syariah dinilai mengetahui aliran dana jemaah yang masuk ke ABU Tours dan ikut serta menggunakannya untuk kepentingan pribadi.

"Aliran dana ini selain digunakan memberangkatkan jemaah umrah lebih banyak digunakan untuk kepentingan pribadi Hamzah Mamba dan Ria (Nur Syariah)," ungkapnya.

Nur Syariah bersama dengan Hamzah menggunakan uang jemaah sepengetahuan Direktur Keuangan M Kasim dan Komisaris ABU Tours Chaeruddin. Baik Kasim maupun Chaeruddin mendapatkan kompensasi setelah menyerahkan uang jemaah kepada Hamzah.

"Chaeruddin mendapatkan hadiah seperti rumah, mobil, haji dan umrah secara gratis. Setelah uang jemaah terkumpul akan diberikan untuk kepentingan pribadi Hamzah," jelas dia.




(MEL)

Aset Novanto Terancam Disita KPK

Aset Novanto Terancam Disita KPK

10 hours Ago

Penyitaan dilakukan untuk membayar sisa uang pengganti kerugian negara atas korupsi KTP-el, yan…

BERITA LAINNYA