Polisi Sisir Indekos di Tangerang

Hendrik Simorangkir    •    Kamis, 17 May 2018 12:37 WIB
terorismeoperasi yustisipenggerebekan di tangerang
Polisi Sisir Indekos di Tangerang
Operasi yustisi di Tangerang setelah penangkapan terduga teroris. (Medcom.id/Hendrik S)

Tangerang: Setelah menangkap tiga terduga teroris, polisi menyisir setiap indekos dan kontrakan. Serta memeriksa indentitas pengontrak yang sebagian besar pendatang di sejumlah wilayah di Tangerang, Banten. 

"Pemeriksaan kami lakukan untuk mempersempit ruang gerak para teroris di wilayah Tangerang. Kami juga mengimbau bagi warga yang melihat seseorang mencurigakan untuk langsung lapor ke kami (polisi)," ujar Kasatreskrim Polres Metro Tangerang Kota AKBP Dedi Supriadi saat dikonfirmasi Medcom.id, Kamis, 17 Mei 2018. 

Dedi menjelaskan, pendataan dilakukan untuk mengetahui jelas indentitas penghuni kos dan kontrakan. Sejumlah dokumen, seperti KTP dan Kartu Keluarga diperiksa. 

"Kami menyisir beberapa lokasi dengan melibatkan RT dan RW, Satpol PP, dan pihak kecamatan setempat," katanya. 

Dedi mengatakan, upaya tersebut untuk mengetahui kegiatan penghuni kontrakan dan kos. Dari penyisiran yang dilakukan, nyatanya banyak penghuni yang enggan melapor ke RT/RW.

"Ini sangat disesalkan, karena tamu itu harus melapor dalam waktu dua kali 24 jam," jelasnya. 

Sementara itu, Pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Tangerang M Yusuf mengimbau masyarakat tetap tenang. Pemerintah, Polri dan TNI tengah berupaya meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat. 

Yusuf mengajak masyarakat proaktif mengawasi dan mencegah dengan lebih peduli lingkungan tempat mereka tinggal.

"Ya paling enggak bisa membangun kepedulian dengan tetangga kanan dan kirinya, serta menerapkan wajib lapor bagi tamu," ungkapnya. 

Camat Pinang Agun Djumhari menuturkan, akan berkoordinasi dengan seluruh ketua RT dan ketua RW untuk mendata penghuni kontrakan. Selain itu, pihaknya bakal meningkatkan keamanan melalui siskamling. 


(LDS)