Petugas Bandara Sultan Hasanuddin Gagalkan Pengiriman Detonator

Lina Herlina    •    Selasa, 17 Oct 2017 20:17 WIB
bom
Petugas Bandara Sultan Hasanuddin Gagalkan Pengiriman Detonator
ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Makassar: Petugas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, menggagalkan pengiriman belasan detonator, Senin malam, 16 Oktober.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani mengatakan, ada 15 buah detonator bom yang disita. "Puluhan detonator bom itu, rencananya akan dikirim ke Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), menggunakan pesawat Lion Air JT 780," kata Dicky, Selasa malam, 17 Oktober 2017.

Identitas pengirim yang tertera di paket detonator atas nama Merry, warga Kota Malang, Jawa Timur. Sedangkan, identitas penerima bernama Slamet dan Megawati yang merupakan warga Jalan Saiful Muluk, Desa Buntune Toli Toli, Sulteng.

"Pengiriman detonator berasal dari PT KGP Kota Malang dan transit di Kota Makassar kemudian akan kembali dikirim menuju Kota Palu," kata Dicky.

Tim saat ini menelusuri asal pengiriman detonator bom hingga tujuannya ke Kota Palu dengan berkoordinasi bersama tim Detasemen Khusus (Densus) 88, penjinak bom, Gegana, Laboratorium Forensik (Labfor), serta Polda Sulteng, mencari tujuan pengiriman detonator bom tersebut.

Pengiriman serupa, bukan kali pertama, sebelumnya, petugas Bandara Internasional Hasanuddin, Makassar, juga menggagalkan pengiriman 500 detonator bom ke Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Awalnya, 500 alat pemicu bom yang terpaket rapi dalam sebuah kardus tersebut hendak melewati pemeriksaan pemindai sinar X di Terminal Kargo Bandara Internasional Hasanuddin, Makassar.

Namun, petugas mencurigai paket tersebut. Paket itu kemudian dibongkar. Ternyata ada ratusan detonator bom di dalam lima bungkusan kue. 


(ALB)