Penghayat di Tangerang Selatan Bisa Mengantongi KTP-el

Farhan Dwitama    •    Rabu, 15 Nov 2017 18:36 WIB
penghayat kepercayaan
Penghayat di Tangerang Selatan Bisa Mengantongi KTP-el
Proses perekaman data untuk pembuatan e-KTP di Jepara, MTVN - Rhobi Shani

Tangerang: Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Banten, mencatat 19 warga sebagai penganut aliran kepercayaan Bahai dan Falun Gong. Kedua penghayat itu berada di Tangsel sejak 2008.

Kepala Bidang Pendaftaraan Kependudukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Tangsel, Heru Sudarmanto, tak membeberkan tempat tinggal 19 orang tersebut. Namun, kata Heru, keberadaan mereka diakui negara.

"Mereka sudah ada sejak Pemkot Tangsel berdiri," kata Heru di Tangerang Selatan, Rabu 15 November 2017.

Mereka mengantongi KTP elektronik (KTP-el). Hanya saja, kolom agama pada KTP-el mereka dikosongkan.

“Kolomnya diisi tanda strip, sesuai Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2008 tentang persyaratan dan tata cara pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil,” lanjut Heru.

Sepekan lalu, Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji materi terhadap Pasal 61 Ayat 1 dan 2, serta Pasal 64 ayat 1 dan 5, Undang Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan (UU Adminduk). Putusan ini berarti penghayat kepercayaan mendapatkan pengakuan negara dalam sistem administrasi kependudukan.
 
Permohonan uji materi dengan perkara 97/PUU-XIV/2016 itu diajukan Nggay Mehang Tana, Pagar Demanra Sirait, Arnol Purba, dan Carlim. Para pemohon adalah penghayat kepercayaan dari berbagai komunitas kepercayaan di Indonesia.



(RRN)