Gubernur Awang Faroek Puas dengan Perbaikan Infrastruktur Jalan di Utara Kaltim

Anggi Tondi Martaon    •    Senin, 26 Dec 2016 12:00 WIB
berita kaltim
Gubernur Awang Faroek Puas dengan Perbaikan Infrastruktur Jalan di Utara Kaltim
Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak puas melihat pembangunan jalan di wilayahnya (Foto:Humas Pemprov Kaltim)

Metrotvnews.com, Samarinda: Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak puas melihat pembangunan jalan di wilayahnya. Rasa puas itu terlihat usai Awang melintasi ruas jalan Samarinda-Bontang dalam rangkaian kunjungan kerja ke wilayah utara Kaltim.

Gubernur mengakui, jalur tersebut mengalami kerusakan, tapi sekarang sudah mulus. Pembangunan infrastruktur jalan tersebut berdampak mempercepat jarak tempuh Samarinda ke Bontang yakni dua jam.

Tidak hanya itu, rasa puas pembangunan infrastruktur jalan di Kaltim ditunjukan oleh Awang dengan ungkapannya yang ingin mengganti nama Gunung Menangis menjadi Bukit Tersenyum. Sebab, pembangunan yang dilakukan telah mengubah kondisi fisik jalan yang semula rawan terjadi kecelakaan akibat banyak jalan menanjak, kini tidak lagi.

"Saya sangat bahagia saat berhenti di Gunung Menangis. Kepada jajaran Pekerjaan Umum pusat dan daerah, serta kontraktor, saya ucapkan selamat. Ini good job. Karena itu, malam ini saya umumkan, namanya saya ganti. Tidak ada lagi Gunung Menangis. Saya ganti menjadi Bukit Tersenyum, menjadi Smiling Hill," kata Awang.

Awang menceritakan, dulu pengguna jalan sangat mengenal tanjakan Gunung Menangis adalah jalur yang ditakuti. Angka kecelakaan cukup tinggi, sehingga tanjakan Gunung Menangis dikenal angker.

"Alhamdulillah, janji saya sudah lunas. Janji saya untuk memperbaiki tanjakan terjal Gunung Menangis sudah terwujud. Dan sekali lagi, sekarang bukan lagi Gunung Menangis, tapi Bukit Tersenyum atau Smiling Hill," kata Awang menegaskan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kaltim HM Taufik Fauzi menjelaskan, sebelumnya kondisi jalan di Gunung Menangis tidak memenuhi standar jalan dengan grade tanjakan mencapai 21 persen dengan lebar 6 meter hingga 8 meter. Kondisi tersebut diperparah dengan badan jalan yang rawan longsor di sisi kanan dari arah Samarinda hingga berakibat sering terjadi kecelakaan.

"Selama dua tahun (2015-2016), berhasil diturunkan grade tanjakannya menjadi 13 persen dan perkerasan jalan rigid dengan lebar 11 meter hingga 14,5 meter. Selain itu, telah dilakukan penanganan longsoran (dinding penahan tanah)," kata Taufik.

Pada 2015, pekerjaan penurunan grade tanjakan Gunung Menangis dilakukan oleh PT Byan Cahaya Perkasa dengan panjang efektif pekerjaan 1.020 meter dan nilai kontrak Rp17,2 miliar dengan perusahaan konsultan PT Adiya Widyajasa.

Selain meninjau pembangunan jalan di Gunung Menangis, Awang beserta rombongan meninjau pemeliharaan preventif jalan simpang tiga Lempake-simpang tiga Sambera-Santan-Bontang dan dalam Kota Bontang.

Awang juga meninjau rehabilitasi mayor di jalan simpang tiga Sambera-Santan, rekonstruksi jalan Santan-Bontang-Sangatta dan paket peningkatan struktur jalan Santan.


(ROS)