Menuju Indonesia Merdeka Sinyal 2020 (Bagian 4)

Pentingnya Sinyal Telekomunikasi bagi Keamanan di Natuna

Surya Perkasa    •    Jumat, 21 Sep 2018 12:44 WIB
Merdeka di PerbatasanBAKTI
Pentingnya Sinyal Telekomunikasi bagi Keamanan di Natuna
Bandar Udara Raden Sadjad, Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Foto:Medcom.id/Surya Perkasa)

Ranai: Tring... Tring... Pesan singkat dari Kapten Rizki, pejabat komunikasi Pangkalan Udara (Lanud) (AU) Raden Sadjad, masuk ke gawai pintar saya. Dia menanyakan rencana studi ke salah satu pangkalan strategis di daerah terluar Indonesia ini.

Tim Medcom.id bergegas dan langsung bergerak menuju pangkalan miliki TNI Angkatan Udara (AU) yang tak jauh dari pusat kota Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. “Selamat datang di Natuna,” kata Kapten Rizki menyambut kami.

Kami pun dipersilakan masuk ke dalam kantor Komandan Lanud Raden Sadjad dan bertamu dengan Kolonel Pnb Prasetiya Halim, orang nomor satu di Lanud Raden Sadjad. Kami pun berbincang sedikit seputar kondisi kawasan kepulauan Natuna.

“Arti Natuna bagi kemananan Indonesia sangat penting,” kata Prasetiya kepada Tim Medcom.id.

Natuna menjadi daerah strategis secara keamanan. Sebagai bentuk keseriusan pemerintah Indonesia, TNI yang ditempatkan di Natuna terus ditambah. 

Selain berada di garis terdepan Indonesia, potensi Natuna dari sisi minyak dan gas serta perikanan membuat kawasan ini memiliki potensi konflik yang cukup besar.

“Pangkalan AU di Natuna ini sendiri sudah dikonsep menjadi pangkalan terpadu bagi semua kekuatan unsur militer di Natuna,” kata dia.


Komandan Lapangan Udara Raden Sadjad Kolonel Pnb Prasetiya Halim (Foto:Medcom.id/Surya Perkasa)

Dia mengakui sinyal telekomunikasi sangat penting, baik bagi keperluan militer maupun kebutuhan personel TNI. Misalnya untuk mengakses maupun menyampaikan informasi ke lembaga sipil dan masyarakat.

“Misalnya untuk informasi meteorologi, atau update data yang ada. Kita memanfaatkan internet untuk mendapatkan informasi yang terkini,”ujarnya.

Jaringan internet dan sinyal kuat diperlukan untuk menyampaikan informasi yang bersifat umum, tapi perlu cepat disampaikan. Dia menilai jaringan sudah cukup baik, sehingga kesatuannya bisa cepat mendapat informasi dari daerah lain. 

“Baik itu via email dan sosial media. Kita bisa memanfaatkan sosial media untuk mengupdate informasi terbaru bagi masyarakat,” kata dia.


Internet Gratis di Pangkalan

Tiga matra TNI mengajukan jaringan free access WiFi ke pemerintah pusat untuk kebutuhan komunikasi. Apalagi, Natuna menjadi salah satu daerah yang dilalui jaringan fiber optik Palapa Ring.

Natuna menjadi bagian dari target penyelenggaraan jaringan tulang punggung serat optik sebagai tulang punggung sistem telekomunikasi nasional yang menghubungkan seluruh kabupaten/kota di Indonesia, terutama di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal. 

Program Penyediaan Jasa Akses Internet, seperti WiFi gratis, merupakan program dari yang dilaksanakan BAKTI (Badan Aksesebilitas Telekomunikasi dan Informatika). Program ini menyediakan akses internet dengan kapasitas bandwidth minimal dua megabyte per detik (Mbps).


Foto bareng Tim Medcom.id dengan Komandan Lapangan Udara Raden Sadjad Kolonel Pnb Prasetiya Halim (Foto:Medcom.id/Surya Perkasa)

Manfaat internet gratis ini pun dapat dirasakan langsung oleh warga dan personel TNI. “Free access WiFi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama yang berada di sekitar bandara untuk berkomunikasi dengan keluarga atau mendapat informasi terbaru,” kata dia.

Usai berbicara seputar kondisi Natuna, saya pun iseng bertanya soal kampung halaman Kolonel Pnb Prasetiya. Ternyata, beliau satu kampung halaman dengan saya. Obrolan pun menjadi sangat cair dan berujung foto bareng.

Bersambung (Seri 4 dari 5)


(ROS)