Cerita di Balik `Gudang` 1 Ton Sabu

Batur Parisi    •    Jumat, 14 Jul 2017 17:30 WIB
sabupenyelundupan narkotika
Cerita di Balik `Gudang` 1 Ton Sabu
Salah satu sisi Hotel Mandalika, Anyer, Banten -- MTVN/Batur Parisi

Metrotvnews.com, Serang: Hotel Mandalika di Anyer, Banten, sejatinya sudah tidak beroperasi lima tahun terakhir. Polisi masih menyelidiki, kenapa pelaku memilih Mandalika sebagai tujuan transit 1 ton sabu.

"Dari awal, (Hotel Mandalika) memang tidak digunakan karena ada selisih paham di antara keluarga (pemilik)," kata Sekretaris Kelurahan Anyer Apria Firdaus, Jumat 14 Juli 2017.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Hotel Mandalika dibangun pada 1995. Hotel ini dimiliki mendiang Hasmoro. Kini, saham dipegang Lakmink Hasmoro.

Hotel yang dijadikan 'gudang' 1 ton sabu itu sebenarnya sempat beroperasi sekitar tiga minggu. Namun, pada akhir Januari 2000 hotel ditutup karena berbagai persoalan.

Meskipun tidak beroperasi, bukan berarti Hotel Mandalika dibiarkan terbengkalai. Setidaknya ada enam penjaga, yakni J, AN, ME, F, H, dan B yang dibagi dalam tiga shift.

(Baca: Ada 3 Hotel Jadi Target Penyelundupan 1 Ton Sabu)

Para penyelundup 1 ton narkoba jenis sabu ke Indonesia berpura-pura sebagai turis. Mereka masuk ke Indonesia menggunakan visa kunjungan.

"Di sini kan namanya daerah wisata, jadi banyak wisatawan asing lalu-lalang di sini," jelas Apria.

Pelaku masuk ke Hotel Mandalika pukul 24.00 WIB pada Kamis 13 Juli 2017. Kepada penjaga hotel, mereka mengaku hendak memancing.

Petugas jaga pun mempersilahkan mereka masuk. Hingga akhirnya petugas gabungan dari Polda Metro Jaya, Polresta Depok, dan Kepolisian Taiwan datang menangkap keempatnya.

Menurut Apria, pelaku penyelundupan 1 ton ganja mengontrak rumah salah satu warga selama di Anyer. Sayangnya, pemilik kontrakan maupun RT tak melaporkan adanya warga baru ke pihak kelurahan.

"Informasi dari warga, mereka ngontrak," jelasnya.

(Baca: Penyelundup Satu Ton Sabu Sudah Lama di Indonesia)

Penyergapan bermula dari informasi kepolisian Taiwan yang menyebut bakal ada pengiriman narkoba jenis sabu dari Tiongkok ke Indonesia. Tim lalu menyelidikinya selama dua bulan terakhir.

Tiga pelaku dibekuk dalam penggerebekan, yakni Lin Ming Hui, Chen Wei Cyuan, dan Liao Guan Yu. Ketiganya merupakan warga negara Taiwan.

Lin Ming Hui tewas ditembak karena melawan dan membahayakan petugas saat penggerebekan. Ia merupakan bos alias pengendali penyelundupan 1 ton sabu ke Indonesia.

Satu pelaku lain masih buron, yakni atas nama Hsu Yung Li. Para pelaku diyakini sebagai jaringan internasional yamg terpusat di Tiongkok.

Dari tangan pelaku, polisi menyita total 51 kotak berisi sabu. Sebanyak 27 kotak di mobil Toyota Innova gold, dan 24 kotak di mobil Toyota Innova hitam. Setiap kotak berisi sekitar 20 kilogram sabu.

 


(NIN)