RSUD Soedarso Bantah Berikan Obat Kedaluwarsa

Agung Widura    •    Selasa, 18 Apr 2017 17:21 WIB
malapraktik
RSUD Soedarso Bantah Berikan Obat Kedaluwarsa
Para petinggi RSUD Soedarso saat menggelar konferensi pers, Selasa 18 April 2017.

Metrotvnews.com Pontianak: Kepala Bidang Pelayanan RSUD Soerdarso, Eni Nuraeni, membantah tudingan pemberian obat kedaluwarsa pada pasien atas nama Edi Yamin. Pasalnya, peringatan masa berlaku pada botol cairan obat tidak menyertakan tanggal.

Pada obat jenis fluconazole infus yang diberikan pada Edi hanya menyertakan bulan kedaluwarsa, tanpa tanggal. Yakni, April 2017. 

Berdasarkan literatur Farmakope Indonesia edisi kelima, kata Eni, waktu kedaluwarsa menunjukan jangka waktu bahan tersebut diharapkan memenuhi persyaratan monografi pada kondisi penyimpanan yang ditetapkan.

Jika waktu kedaluwarsa hanya dinyatakan pada bulan dan tahun, kata dia, maka waktu kedaluwarsa adalah hari terkahir pada bulan yang dinyatakan.

"Bisa saya simpulkan bahwa kami tidak memberikan obat kedaluwarsa kepada pasien," ujar Eni saat memberikan keterangan di RSUD Soedarso, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa 18 April 2017.

Dugaan pemberian obat kedaluwarsa kali pertama diungkapkan oleh istri Edi, Santi. Dia mengaku melihat batas kedaluwarsa pada botol obat untuk suaminya. 

Baca: Seorang Pasien RSUD Soedarso Diduga Jadi Korban Malapraktik

"Saya lihat tanggal obat tersebut memasuki kedaluwarsa. Saya melaporkan ke perawat rumah sakit, tapi tetap dikasih obat tersebut," kata dia.

Santi menuturkan, suaminya sudah mendapatkan perawatan selama lima hari di RSUD Soedarso. Selama itu pula, suaminya selalu mendapatkan obat kedaluwarsa. Menurut Santi, suaminya tidak pernah sesak napas sebelum diberikan obat cair tersebut.

Atas tudingan itu, Eni kembali membantah. Menurutnya, pasien sudah menderita sesak nafas ketika masuk rumah sakit. Buktinya, kata Eni, pasien sudah dua kali menjalani pengobatan intensif di RSUD Soedarso.

"Si pasien masuk ke rumah sakit memang sudah menggalami sesak nafas," tegas Eni.

Pihak rumah sakit memberikan fluconazole infus sebanyak dua botol. Kemasan obat tersebut, kata Eni, sudah diberikan pada keluarga pasien. "Farmasi bukan memberikan obat expired," tuturnya.

Bahkan, Eni menyebut kondisi pasien berangsur pulih setelah lima hari menjalani perawatan. 

"Kita barusan mendapatkan hasil pengobatan kepada pasien, bahwa saat ini pasien diperbolehkan pulang ke rumahnya. Karena kondisi pasien sudah membaik," tuturnya.


(SAN)

Novanto Jalani Sidang Perdana Hari Ini

Novanto Jalani Sidang Perdana Hari Ini

30 minutes Ago

Agenda sidang perdana ialah pembacaan surat dakwaan oleh jaksa penuntut umum pada KPK.
 

BERITA LAINNYA