ASN Bolaang Mongondow Terancam tak Terima Gaji

Mulyadi Pontororing    •    Kamis, 10 Aug 2017 14:19 WIB
pemda
ASN Bolaang Mongondow Terancam tak Terima Gaji
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Manado: Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, terancam tak menerima gaji pada Desember 2017. Pasalnya, Pemkab Bolaang Mongondow tengah mengalami defisit anggaran sebesar Rp136 miliar.

Sekretaris Daerah Pemkab Bolaang Mongondow Tahlis Galang mengatakan, pihaknya berusaha menutupi kekurangan akibat defisit anggaran tersebut. Ia menegaskan, dalam waktu dekat Pemkab Bolaang Mongondow akan membeberkan ke publik terkait penyebab defisit.

"Tinggal merampungkan data. Kalau sudah rampung, kami akan sampaikan," kata Tahlis di kantornya, Jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Lolak, Bolaang Mongondow, Kamis 10 Agustus 2017.

Dampak defisit anggaran juga dirasakan Bupati Bolaang Mongondow Yasti Soepredjo Mokogaow dan Wakil Bupati Bolaang Mongondow Yanny R. Tuuk. Keduanya terpaksa merogoh kocek pribadi untuk memenuhi kebutuhan operasional dalam tugas-tugasnya, mulai dari biaya bahan bakar kendaraan dinas, makan dan minum harian, serta seragam.

Bahkan, anggaran operasional sudah habis sejak triwulan II sebelum keduanya dilantik Juni lalu juga menggunakan biaya pribadi. Yasti mengaku kaget dengan kondisi keuangan di Pemkab Bolaang Mongondow.

"Saya heran, kok bisa habis anggaran? Ditambah lagi sekarang ini terjadi defisit hingga Rp136 miliar dan berpotensi gaji ASN pada Desember tak terbayarkan. Betul-betul saya heran," kata Yasti.

Terpisah, Yanny Tuuk mengatakan, tak adanya anggaran bukan alasan bagi dirinya tak tugasnya dengan maksimal. "Saya dan ibu Bupati tetap melaksanakan tugas dengan mengedepankan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Anggaran operasional yang sudah habis sebelum kami bertugas bukan hambatan," tuturnya.


(NIN)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

1 day Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA