Kemenko PMK Pastikan Pembangunan Rumah di NTB Berjalan Baik

Rosa Anggreati    •    Kamis, 11 Oct 2018 11:44 WIB
berita kemenko pmk
Kemenko PMK Pastikan Pembangunan Rumah di NTB Berjalan Baik
Plt Deputi Bidang Koordinasi Dampak Bencana dan Kerawanan Sosial Kemenko PMK, Sonny Harry Harmadi, menggelar rapat di Makogasgappad Lombok, NTB, Rabu, 10 Oktober 2018 (Foto:Dok.Kemenko PMK)

Lombok: Pemerintah akan membangun ribuan rumah untuk korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), peminat Rumah Instan Sehat Sederhana (RISHA) sebanyak 2.437 KK, Peminat Rumah Konvensional (RIKO) 1.360 KK, dan peminat Rumah Kayu (RIKA) 1.178 KK. 

Guna memastikan progres pembangunan, Plt Deputi Bidang Koordinasi Dampak Bencana dan Kerawanan Sosial Kemenko PMK, Sonny Harry Harmadi, menggelar rapat di Makogasgappad Lombok, NTB, Rabu, 10 Oktober 2018.

Turut hadir dalam rapat tersebut Gubernur Provinsi NTB Zulkieflimansyah, Pankogasgabpad Mayjen TNI Madsuni, Deputi Rehab-Rekon BNPB Harmensyah, Dansatgas PUPR yang juga Staf Ahli Menteri PUPR Achmad Gani, para Kepala OPD provinsi, Asops, para Dansektor, dan fasilitator. 

Ada juga Wapang Kogasgappad Laksma TNI Nur Singgih, Kepala BRI Cabang Mataram, Kepala BPKP NTB, dan BPBD kabupaten/kota se-Provinsi NTB.

Dalam rapat, Sonny Harry Harmadi menegaskan kembali peran fasilitator (Kementerian PUPR) agar lebih optimal, berperan aktif bersama Pokmas mulai dari proses perencanaan, menyiapkan desain rumah dan RAB, serta pelaksanaan pembangunan rumah tahan gempa baik jenis RISHA, RIKO, maupun RIKA. 

Dijelaskan Sonny, dalam pembangunan rumah itu aplikator akan dibantu tujuh UMKM lokal dalam menyiapkan panel Rhisa. Para fasilitator yang sudah ditempatkan di daerah juga harus mendampingi masyarakat dalam menyiapkan berkas administrasi persyaratan pencairan dana stimulan. Dalam hal ini, pemda juga harus ikut mendampingi Pokmas karena pemda berada dalam garis terdepan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi. 



Dalam rapat telah diputuskan standar harga panel RHISA Rp23,8 juta. Guna mempercepat pembangunan rumah, penempatan fasilitator lebih diutamakan pada daerah yang mempunyai Pokmas dan dana stimulan sudah diterima masyarakat. 

Dikatakan Sonny, sejauh ini tidak ada hambatan uang. Hambatan seputar persoalan komunikasi antar pihak di lapangan, sehingga berdampak pada progres pembangunan.

Setelah rapat, Sonny bersama Harmensyah bertolak ke Desa Kekait, Kabupaten Lombok Barat. Rombongan diterima oleh Sekdes Kepala Desa Kekait Habibi Hariri. 

Sonny dan rombongan turun langsung bertanya kepada Sekdes, Pokmas dan fasilitator mengenai data rumah rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat pasca gempa bumi NTB di Desa Kekait. Pertemuan ini juga membahas skema pencairan dana dari BRI ke Pokmas. Seusai pertemuan, Sonny dan Harmensyah meninjau bengkel kerja aplikator dan RISHA yang sudah selesai dibangun.


(ROS)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA