Penyekap Bocah di Makassar Sebut Korban sebagai Anak Kandung

Andi Aan Pranata    •    Selasa, 18 Sep 2018 15:18 WIB
kekerasan anak
Penyekap Bocah di Makassar Sebut Korban sebagai Anak Kandung
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar Kompol Wirdhanto Hadicaksono (tengah) bersama anggota dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak.

Makassar: Penyidik Kepolisian Resor Kota Besar Makassar Makassar, Sulawesi Selatan, masih memeriksa Meimei, 31 tahun, wanita yang diduga menyekap dan kerap menyiksa tiga bocah. Menurut keterangannya kepada aparat, dua korban merupakan anak kandungnya sendiri.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar Kompol Wirdhanto Hadicaksono mengatakan, Meimei mengklaim dua korban sebagai anaknya bersama suami yang tidak disebutkan identitasnya. Sedangkan korban yang paling muda dia akui sebagai anak angkat. Namun penyidik tidak langsung percaya terhadap pengakuan itu.

“Perlu pembuktian lebih lanjut. Karena sampai saat ini penyidik belum mendapatkan akte kelahiran atau (dokumen) catatan sipil tentang kelahiran mereka,” kata Wirdhanto di Makassar, Selasa 18 September 2018.

Baca: Tiga Bocah yang Disekap Dipaksa Tidur dengan Anjing

Menurut catatan penyidik, Meimei dan suaminya hijrah dari Papua ke Makassar pada tahun 2011. Bersama suami, dia mengerjakan sejumlah usaha untuk menghasilkan uang. Antara lain sempat menjadi supir taksi daring dan membuka toko kelontong. Mereka juga pernah membuka klinik hewan. 

Wirdhanto menyebutkan, Meimei mengakui dia dalam kesulitan ekonomi, yang mengakibatkan keterbatasan dalam memperlakukan tiga anak. Termasuk tidak memasukkan mereka ke sekolah. Namun dia menolak telah menelantarkan, menyekap, atau hingga menganiaya para bocah.

“Saat ini M masih saksi. Sebentar lagi kita gelar perkara berdasarkan keterangan saksi, korban, dan alat bukti. Termasuk melibatkan ahli berkaitan dengan nilai kadar penelantaran serta perlakuan yang salah terhadap anak,” ujar Wirdhanto.

“Kita juga akan deteksi kebohongan terkait dugaan penganiayaan, yang mengakibatkan sejumlah bekas luka di tubuh anak,” dia melanjutkan.

Soal status hubungan Meimei dan ketiga anak, Polisi belum bisa memastikan. Penyidik bakal melibatkan laboratorium forensik, untuk mencari tahu apakah antara satu anak dengan lainnya bersaudara atau tidak.

Polisi memastikan dugaan penelentaran dan kekerasan terhadap anak bukan sekali ini menjerat Meimei. Pada tahun 2017 dia juga diperiksa dalam kasus serupa. Namun saat itu ditempuh jalur mediasi.

“Saat itu dikembalikan ke orang tuanya, mengingat kondisi orang tua masih mampu merawat tiga anak. Saat ini kondisi ekonominya tidak menguntungkan, sehingga ada penelantaran,” Wirdhanto menambahkan.

Sebelumnya, tiga bocah kabur dari ruko orang tua angkatnya pada Minggu 16 September. Masing-masing laki-laki berinisial OW, 11, DV, 2, serta perempuan US, 5. Mereka melarikan diri usai mencongkel kunci gembok pintu dengan sebatang besi. Mereka kabur lantaran mengaku tak tahan karena disekap dan kerap mendapat perlakuan kasar.


(ALB)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

5 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA