Penggantian Tanah Wakaf untuk Tol Serpong-Cinere Menanti SK Airin

Farhan Dwitama    •    Jumat, 10 Nov 2017 11:02 WIB
infrastrukturjalan tol
Penggantian Tanah Wakaf untuk Tol Serpong-Cinere Menanti SK Airin
Sejumlah pekerja mengoperasikan alat berat saat pengerjaan proyek tol Serpong. Foto: Antara/M. Iqbal

Tangerang: Pembebeasan lahan sepuluh bidang tanah wakaf pada proyek pembangunan Tol Serpong-Cinere belum terselesaikan. Hal ini terjadi karena mengingat rumitnya proses ruslah pada tanah wakaf yang terkena proyek pembangunan tol sepanjang 10,14 KM tersebut.

Pejabat Pembuat Komitmen Tol Serpong Cinere(Sercin), Sukisno, mengaku, ruslah bidang wakaf tinggal menunggu Surat Keputusan Walikota Tangerang Selatan.

“Tinggal menunggu SK bu Walikota,” kata dia ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat 10 November 2017.

Saat ini, proyek pembebasan lahan tol Sercin baru mencapai 82 persen dari total 1.700 bidang lahan. Sambil pembebasan berjalan, proses pengerjaan fisik terus berjalan. Seperti pembongkaran bangunan warga yang terdampak, dan pengerasan kontur tanah pada bidang yang akan dijadikan jalan tol.

“Dari 10 bidang wakaf itu, diantaranya adalah bangunan masjid, gereja, Tempat Pemakaman Umum (TPU), lapangan dan sekolah,” terang Sukisno.

Terpisah, Yayasan Ash Shidiqiyyah, yang beralamat di Jalan Sukamulya I, Serua Indah, Kecamatan Ciputat, dengan luas lahan wakaf 1.300 meter sampai saat ini menunggu biaya penggantian lahan sekolah miliknya.

Penggantian tanah wakaf tertahan

Sementara uang pengganti bangunan sekolahnya sudah dibayarkan pada Januari 2017 lalu, dengan besaran Rp6 miliar. Pihak Yayasan pendidikan dari tingkat TK sampai SMP itu berharap, ganti rugi lahan wakaf bisa segera terealisasi. Sehingga kegiatan belajar mengajar siswa tidak terganggu.

“Saat ini kami sudah bangun sekolah di perumahan Bukit Nusa Indah, dari rencana  21 ruang kelas baru tujuh kelas yang bisa dipakai dengan kapasitas murid 150 murid,” kata Ketua Yayasan Ash Shidiqiyyah, Subhanallah.

Sedangkan sisa 370-an murid lainya masih bertahan pada sekolah lama, yang saat ini disekitar sekolah itu tengah dalam proses pembersihan bangunan.

“Kami meminta percepatan realisasi ganti rugi lahan wakaf kami, karena saat ini proses pembangunan gedung baru sedang berlangsung dan butuh biaya, sementara kalau kami terlalu lama di tempat yang lama, aktifitas KBM akan sangat terganggu,” ucapnya.

(Baca: Tol Serpong-Cinere Terus Digarap, Ratusan Siswa Terpaksa Diliburkan)

Diterangkan Subhanallah, pihaknya saat ini sedang mengerjakan fisik pembangunan sekolah dengan lahan baru yang dimiliki sebesar 3.600 meter persegi atau hampir tiga kali lipat dari lahan wakaf sebelumnya.

Proses ruslah yang hanya menunggu SK walikota Tangerang selatan itu belum dapat dipastikan, kapan akan terbit. Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany sedang menjalankan ibadah Umroh.

"Sampai dua minggu ke depan tidak ada," ujar seorang staf di Balaikota Tangsel.


(SUR)

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

1 hour Ago

Salah satu yang akan dibahas dalam rapat MKD itu adalah status Setya Novanto sebagai kasus koru…

BERITA LAINNYA